Asian Games, Beberapa Jalan di DKI Terkena Aturan Ganjil Genap

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan berpelat nomor genap memasuki Gerbang Tol Cibubur 2 saat berlangsungnya uji coba penerapan sistem ganjil genap di Tol Jagorawi, Jakarta Timur, 16 April 2018.  Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mulai menerapkan uji coba sistem ganjil genap di Tol Jagorawi pada gerbang tol Cibubur 2 arah Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Sejumlah kendaraan berpelat nomor genap memasuki Gerbang Tol Cibubur 2 saat berlangsungnya uji coba penerapan sistem ganjil genap di Tol Jagorawi, Jakarta Timur, 16 April 2018. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mulai menerapkan uji coba sistem ganjil genap di Tol Jagorawi pada gerbang tol Cibubur 2 arah Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah jalan di DKI Jakarta akan terkena perluasan ganjil genap selama Asian Games 2018, yang dimulai 18 Agustus 2018. Kepala Subdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan keputusan untuk memperluas ganjil genap itu dibahas dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ). 

    "Kemarin memang saya rapat di dishub, pertama memang membahas masalah rencana perluasan ganjil genap. Pertama masalah perluasan lokasi," kata Budiyanto di Polda Metro Jaya,Jumat, 20 April 2018.

    Menurut Budiyanto, ada penambahan jalan yang terkena pembatasan kendaran berdasarkan pelat nomor ganjil genap di Jalan S Parman, Gatot, Subroto, MT Haryono, DI Panjaitan sampai Traffic Light (TL) Pancoran. "Lalu di Jalan Benyamin Sueb, Rasuna Said dan Arteri Pondok Indah," katanya. 

    Baca: BPTJ Bongkar Masalah yang Muncul Akibat Ganjil Genap di Tol

    Budiyanto mengatakan aturan ini hanya berlaku saat Asian Games saja. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan aturan perluasan lokasi ganjil genap dilanjutkan setelah Asian Games 2018 usai. "Tapi kalau dampaknya bagus bisa juga (dilanjutkan)," kata dia.

    Untuk mengurangi kemacetan di DKI, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah setuju  mempercepat jam penerapan ganjil genap di Jalan Sudirman-Thamrin menjadi pukul 06.00WIB. Uji coba aturan tersebut akan dimulai Senin, 23 April 2018.

    Sandiaga Uno mengaku telah mendapat pernyataan kesiapan dari Dinas Perhubungan DKI. "Ganjil genap dipercepat jam 6 pagi mulai Senin depan. Catat," kata Sandiaga Uno di Kuningan, Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

    Baca: Ganjil Genap di Tangerang dan Depok, BPTJ Usul Diperluas ke DKI

    Sandiaga Uno telah memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansah untuk melakukan pengkajian mengenai penambahan durasi pemberlakuan aturan ganjil-genap. 

    Penambahan durasi ini sebelumnya diusulkan oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono dalam rangka mengantisipasi kemacetan selama gelaran Asian Games 2018 pada 18-2 September 2018.

    Di sisi lain, Budiyanto menuturkan hal ini juga dilakukan sebagai dampak aturan ganjil genap di ruas tol Bekasi dan Cibubur-Tangerang. Diketahui, aturan ganjil genap di ruas tol itu dilakukan pada pukul 06.00-09.00 WIB. 

    "Apa yang diusulkan di Sudirman-Thamrin karena dampak ganjil genap di Jagorawi kemudian Tangerang Jakarta sehingga informasi ada penumpukan di Cawang kemudian di Tomang sehingga akan disamakan," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?