Kronologi Penipuan Agen Travel Open Trip Versi Pelapor

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan akun instagram agen travel Baper Adventure dan Mlaku Trip. Pemilik kedua travel ini, Dika Pratama dilaporkan atas kasus penipuan oleh Andhika Pratama ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 21 April 2018. FOTO: Instagram/Fajar Pebrianto

    Tampilan akun instagram agen travel Baper Adventure dan Mlaku Trip. Pemilik kedua travel ini, Dika Pratama dilaporkan atas kasus penipuan oleh Andhika Pratama ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 21 April 2018. FOTO: Instagram/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Andhika Wicaksana menceritakan asal mula dia berbisnis dengan Dika Pratama, pemilik dua agen travel open Baper Adventure dan Mlaku Indonesia, yang didiga melakuka penipuan.

    Hari ini, Andhika melaporkan Dika ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penipuan. "Kerugian saya sekitar Rp 300 juta," ujar Andhika di kantor polisi, Sabtu, 21 April 2018.

    Andhika menceritakan, perkenalannya dengan Dika bermula pada 8 Oktober 2017 di Apartemen Green Lake View Ciputat, Tangerang Selatan. Keduanya dan saling berkenalan sebagai sesama penghuni apartemen.

    BacaKasus Penipuan, Bos Dua Agen Travel Open Trip Dilaporkan Polisi

    Muncullah ide bekerja bisnis agen travel open trip atau paket wisata secara bersama-sama alias rombongan.

    Pria 27 tahun tersebut tertarik karena disodori cerita sukses bisnis open trip selama ini. Salah satunya open trip ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, sukses menjaring 800 orang.

    Andhika lantas menjadi investor di perusahaan Dika. Tapi, sejak awal 2018 dia mengendus aroma kejanggalan.

    Puncaknya, Februari 2018, pada saat open trip ke Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Dia mendengar para wisatawan dipaksa membayar sendiri ongkos bus.

    Rupanya, selama ini Dika "memakai" nama Andhika dalam berbisnis. Walhasil, 113 peserta trip menagih uang ganti rugi kepada Andhika. Dia terpaksa membayar sebab Dika keburu kabur tanpa jejak.

    "Saya udah nggak harap duit balik, yang penting pelaku ditangkap, lah," katanya soal kasus penipuan agen travel open trip tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.