Penyebab Sementara Kebakaran Jembatan Besi Versi Petugas Damkar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perkampungan padat di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, gelap gulita pada saat kebakaran pada Sabtu malam, 21 April 2018. FOTO: Tempo/Fajar Pebrianto

    Perkampungan padat di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, gelap gulita pada saat kebakaran pada Sabtu malam, 21 April 2018. FOTO: Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran besar di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, menghanguskan lebih dari puluhan rumah warga. Perwira piket Dinas Pemadam Kebakaran Wilayah Jakarta Barat, Tri Marjono, menyebut dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik.

    Korsleting disebut berasal dari rumah ketua RW 03 bernama Saman. Api kemudian menjalar ke beberapa rumah lain di sampingnya. Lokasi titik kebakaran yang berada di gang sempit menyulitkan petugas memadamkan si jago merah.

    Baca: Kebakaran Jembatan Besi Diduga Dipicu dari Rumah Ketua RW 03

    "Sementara ada tiga RT yang mengalami kebakaran, RT 09, 06, 07, semuanya berada di RW 03," kata Tri saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu, 21 April 2018. Meski beberapa warga dan petugas mengalami cedera dan luka, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.47. 22 unit mobil pemadam kebakaran langsung diturunkan untuk memadamkan api. Sekitar pukul 21.00, api pun berhasil dipadamkan. "Sekarang lagi proses pendinginan," kata salah seorang petugas pemadam kebakaran, Iqbal.

    Berdasarkan informasi sementara dari warga sekitar, rumah milik Saman juga difungsikan sebagai kontrakan. Tidak ada aktivitas lain seperti industri rumahan di rumah ketua RW tersebut. "Katanya berasal dari kompor yang ditinggal," menurut pengakuan beberapa warga memberikan keterangan.

    Sekitar pukul 21.40, mobil pemadam kebakaran telah bergerak meninggalkan lokasi kebakaran. Namun listrik yang sedari awal padam belum kunjung hidup. Warga pun masih tumpah ruah di sekitar titik kejadian. Ada yang membantu, ada yang menyelamatkan barang pribadi, dan ada juga yang sekadar menonton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.