Sandiaga Uno Diincar, Fransiska Siapkan Laporan Baru

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno melambaikan tangan usai jalani pemeriksaan di ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 Januari 2018. Sandiaga Uno dan Andreas Tjahyadi dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten pada 2012. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sandiaga Uno melambaikan tangan usai jalani pemeriksaan di ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, 18 Januari 2018. Sandiaga Uno dan Andreas Tjahyadi dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo ke Polda Metro Jaya atas dugaan penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten pada 2012. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Fransiska Kumalawati Susilo mengaku masih memiliki amunisi untuk menjerat Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

    Pelapor kasus dugaan penggelapan lahan tersebut menyatakan tengah menyiapkan laporan baru ke polisi terhadap Sandiaga: dugaan pencurian saham PT Japirex.

    "Maklum, anak nakal dia," kata Fransiska melalui pesan singkat kepada Tempo kemarin, Minggu, 22 April 2018.

    Fransiska meyakini, tidak mungkin Sandiaga dan Andreas menggelapkan lahan milik Djoni tanpa mencuri saham PT Japirex.

    BacaKejaksaan Disebut Stop Kasus Penipuan Rekan Bisnis Sandiaga Uno 

    Fransiska melaporkan Sandiaga Uno dan rekan bisnisnya, Andreas Tjahjadi, ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penggelapan tanah. Dia melapor atas kuasa dari Djoni Hidayat, salah satu Direktur PT Japirex.

    Sandiaga Uno adalah Komisaris Japirex dan Andreas menjabat Direktur Utama. Berkas Andreas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan siap disidangkan. 

    Sandiaga Uno belum memberikan penjelasan tentang tuduhan baru Fransiska. Tempo masih mengupayakan konfirmasi dari Wagub DKI Sandiaga. Pada 30 Januari 2018, Sandiaga Uno menyatakan penjualan lahan Japirex itu telah disetujui Djoni.

    "Beliau (Djoni) sudah menerima kompensasinya sebagian dari likuidasi tersebut," ujarnya.

    Fransiska tidak merinci tudingan pencurian saham dengan alasan sedang menyiapkan bahan bukti laporan. "Biarin mereka (Sandiaga Uno dan Andreas) ambil nafas dulu," kata wanita ini.

    Kasus penggelapan lahan bermula ketika PT Japirex menjual satu hamparan lahan seluas 1 hektare di Jalan Curug Raya, Desa Kadu, Tangerang, seharga Rp 12 miliar.

    Belakangan diketahui ada saham milik Djoni pada tanah itu. Tapi, penjualan tanah diduga tanpa sepengetahuannya dan ada tanda tangan yang dipalsukan. Djoni menderita kerugian Rp 3,4 miliar.

    Pengusutan kasus ini dikabarkan berhenti setelah Fransiska mencabut laporannya karena Djoni telah menerima ganti rugi Rp 3,4 miliar dari Andreas. "Sudah dibayar," tutur Fransiska.

    Rupanya Fransiska belum puas. Dia terus mengincar Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.