Kekurangan Komputer, 28 SMP Negeri di Bekasi Numpang UNBK

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sidak pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMP 67 Jakarta Selatan. Kamis, 12 April 2018. Istimewa

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sidak pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMP 67 Jakarta Selatan. Kamis, 12 April 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Bekasi - Sebanyak 28 sekolah menegah pertama (SMP) negeri di Kota Bekasi menumpang ke sekolah lain untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama, Senin, 23 April 2018. Sebab, di sekolah tersebut belum tersedia kekurangan perangkat komputer. "Baru 15 sekolah yang mandiri atau bisa menggelar sendiri," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, Senin, 23 April 2018.

    Menurut Inayatullah, meski kebutuhan komputer belum tercukupi, instansinya tetap menggelar UNBK dengan target 100 persen untuk sekolah negeri. Konsekuensinya, ujar Inayatullah, sekolah-sekolah itu harus menumpang ke sekolah terdekat yang komputer cukup. "Minimal tersedia 120 unit komputer," kata Inayatullah.

    Inayatullah mengatakan, sekolah yang dipinjam komputernya adalah sekolah menengah atas/kejurungan negeri terdekat, maupun sekolah swasta. Teknisnya, kata dia, peserta ujian nasional datang ke sekolah yang ditumpanginya. "Bukan mendatangkan komputer dari sekolah lain," kata Inayatullah.

    Sedangkan, sekolah yang sudah mandiri bukan berarti kebutuhan komputernya tercukupi. Menurut dia, pihak sekolah meminjam komputer jinjing kepada orang tua siswa untuk digunakan anaknya menggelar ujian nasional berbasis komputer. "Komputer yang ada hanya sekitar 33 persen dari kebutuhan 120 unit," ujar Inayatullah.

    Jumlah peserta UNBK SMP di Kota Bekasi, Inayatullah menambahkan, diikuti oleh 31.706 peserta berasal dari SMP negeri berjumlah 43 sekolah, SMP terbuka 6 sekolah, SMP swasta 75 sekolah, Mts negeri 3 sekolah, dan Mts swasta 19 sekolah.

    Selain UNBK, kata dia, masih ada sekolah swasta yang menggelar ujian kertas pensil. Jumlah pesertanya mencapai 14.678. Rinciannya SMP swasta sebanyak 139 sekolah dengan jumlah peserta mencapai 9.588, MTs swasta sebanyak 53 sekolah dengan jumlah 4.090 peserta.

    Inayatullah menambahkan, penyebab belum tersedianya komputer karena masih dalam tahap pengadaan di bagian perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Bekasi. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 34 miliar, namun sampai hari ini belum terserap. “Terakhir ada masalah spesifikasi, sehingga konsultasi dengan Kementerian," kata Inayatullah.

    Pada hari pertama UNBK SMP di Kota Bekasi, kata Inayatullah, terdapat kendala server dari pusat. Sehingga harus tertunda hingga 30 menit. Karena itu, ujian baru bisa digelar pada pukul 08.30 WIB, padahal jadwalnya 08.00. "Saya konfirmasi ke Provinsi Jawa Barat, kendalanya sama, jadi hampir semua terkendala," kata Inayatullah.

    Staf Bidang Kurikulum di SMP Negeri 9 Kota Bekasi, Sri Maslaini, mengatakan sekolahnya baru menggelar UNBK pada pukul 08.30, akibat kendala server dari pusat tersebut. Sri menyatakan, walau server sempat mengalami masalah, UNBK tetap berjalan walaupun waktunya akan mundur dari jadwal. “Siswa tidak ada yang dirugikan, kami menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan saja," ujar Sri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.