Perkiraan Cuaca BMKG: Hujan Petir di Jakarta Timur dan Jaksel

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan petir. skymetweather.com

    Ilustrasi hujan petir. skymetweather.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan bakal turun di sebagian wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 24 April 2018. Selain hujan, cuaca berawan juga diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah DKI Jakarta.

    Menurut ramalan BMKG, pada pagi hari, hujan ringan bakal diprediksi terjadi di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan di wilayah lain pada pagi hari cuaca berawan diprediksi bakal terjadi.

    Pada siang hari hujan ringan masih akan terjadi di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sedangkan BMKG memprediksi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan bakal terjadi hujan dengan intensitas sedang.

    Baca: BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat Meningkat pada 23-25 April

    BMKG memperkirakan di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan ada potensi terjadinya hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang. "Waspadai hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya pada siang hari dan menjelang malam hari," dikutip dalam situs resmi BMKG, www.bmkg.go.id.

    Pada malam hari cuaca berawan dan hujan ringan yang bergantian diperkirakan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pada dini hari, BMKG memprediksi cuaca di DKI Jakarta masih serupa, yakni berawan dan hujan ringan di seluruh wilayah.

    Perkiraan cuaca BMKG pada hari ini, suhu udara di DKI Jakarta akan berada pada rentang 24 - 32 derajat Celcius. Sedangkan, kelembaban udara diperkirakan akan berada pada rentang 65 - 95 persen. Selain itu, kecepatan angin diperkirakan mencapai 5 - 25 kilometer per jam yang datang dari arah Timur Laut dan Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.