Jumat, 17 Agustus 2018

Mati Lampu Saat UNBK di Depok, PLN: Burung Nyangkut di Kabel

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa SMP Islam Al-Falah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pasca listrik padam, Selasa, 24 Maret 2018. Tempo/Ade Ridwan

    Para siswa SMP Islam Al-Falah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pasca listrik padam, Selasa, 24 Maret 2018. Tempo/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Depok - Ujian nasional berbasis komputer atau UNBK di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al-Falah, Pancoranmas, Kota Depok, terganggu karena aliran listrik terputus selama satu setengah jam sejak pukul 08.00 hingga 09.30. Setelah diusut, ternyata penyebabnya di luar dugaan, yakni burung tersangkut di kabel PLN yang mengarah ke sekolah.

    Kepala Humas PT PLN (Persero) Area Kota Depok Setyo Budiono mengatakan kejadian tersebut di luar dugaan. “Itu bukan pemadaman. Jadi ada gangguan pada sistem kelistrikan karena ada burung yang tersangkut,” katanya saat dikonfirmasi Tempo, Selasa, 24 April 2018.

    Menurut Budi, burung tersebut tersangkut di kabel PLN hingga menyebabkan sistem kelistrikan tegangan menengah otomatis terputus. “Karena alat PLN otomatis kalau ada gangguan, ya, langsung padam,” ujarnya.

    Budi menyesalkan insiden ini mengingat pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan Kota Depok guna menjaga sistem kelistrikan selama proses UNBK berlangsung. “Kami minta maaf, ini di luar dugaan kami,” ucapnya.

    Agar kasus serupa tidak terjadi pada masa yang akan datang, Budi menyarankan pihak sekolah menyediakan genset selama pelaksanaan UNBK. “Ini masuk dalam keadaan padam tidak berencana. Untuk itu, kami mengimbau kepada pihak sekolah dan juga Dinas Pendidikan agar menyediakan genset sebagai antisipasi jika hal itu terjadi lagi,” tuturnya.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin mengatakan pihaknya telah menganjurkan semua sekolah mengantisipasi pemadaman listrik dengan penyediaan genset yang diusahakan secara mandiri. “Kalau genset, itu urusan sekolah masing-masing. Silakan saja sekolah sediakan, tapi secara mandiri, karena kami (Dinas Pendidikan) tidak memiliki genset,” katanya.

    Menurut Thamrin, akibat mati listrik, SMP Islam Al-Falah tidak dirugikan karena otomatis server akan menambah waktu ujian. “Sistem otomatis, kok, pengerjaan selama dua jam. Jika terhambat karena sesuatu hal, maka waktu berhenti dan mulai lagi jika sistem menyala,” ujarnya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, gangguan pada sistem kelistrikan tersebut terjadi setelah para siswa mengerjakan soal sekitar 20-30 menit. “Jadi pas siswa kerjain soal, tiba-tiba saja listrik mati,” ucap sumber Tempo yang tidak mau disebutkan namanya.

    Di SMP Islam Al-Falah, ada 78 peserta UNBK yang terbagi dalam tiga sesi. Masing-masing sesi terdiri atas 26 komputer. Saat itu, para siswa sudah mulai mengerjakan soal sekitar pukul 07.30 “Dari total 28 komputer, yang beroperasi 26, yang 2 cadangan, itu pun sebagian pinjam dari orang tua murid dan sekolah lain,” katanya. Sesi pertama, yang seharusnya selesai pukul 10.00, baru selesai sekitar pukul 10.30 dan langsung disambung dengan sesi kedua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.