Ancaman terhadap Kwik Kian Gie Dipastikan Modus Penipuan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan dari Gedung KPK, Jakarta, 6 Juni 2017. Kwik Kian Gie diperiksa KPK sebagai saksi ahli. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan dari Gedung KPK, Jakarta, 6 Juni 2017. Kwik Kian Gie diperiksa KPK sebagai saksi ahli. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memastikan tidak terjadi tindak pidana perampokan dan percobaan pembunuhan terhadap ekonom Kwik Kian Gie. Ancaman yang diterima Hari Budianto Darmawan Juana, adik Kwik, hanya modus para penipu untuk mendapat uang secara cuma-cuma. "Pelaku sengaja membuat korban khawatir agar mau mentransfer uang,” kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar melalui pesan singkat, Rabu, 25 April 2018.

    Penipuan itu terjadi kemarin sekitar pukul 14.30. Saat itu, Hari tengah berada di Apartemen Belleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan. Ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku telah merampok dan menyandera Kwik.

    Pelaku mengancam akan menghabisi nyawa Kwik jika Hari tidak mau memenuhi permintaan mereka. Untuk membuktikan ancamannya itu, Hari sempat diperdengarkan suara Kwik. Padahal, itu adalah suara kawan pelaku yang mirip dengan suara kakaknya.

    Pelaku berjanji tidak membunuh Kwik asal Hari mentransfer uang Rp 60 juta. Karena khawatir keselamatan kakaknya terancam, Hari mentransfer Rp 50 juta ke nomor rekening yang disebutkan pelaku.

    Beberapa saat setelah uang ditransfer, Hari menghubungi salah satu keponakannya, anak dari Kwik Kian Gie. Ternyata kakaknya aman-aman saja serta tidak mengalami ancaman apa pun. Hari baru tersadar dirinya telah menjadi korban penipuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.