Anies-Sandi Mau Lepas Saham Perusahaan Bir, PT Delta Siap Ekspor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pabrik Bir. REUTERS/Thomas Mukoya

    Ilustrasi Pabrik Bir. REUTERS/Thomas Mukoya

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan bir PT Delta Djakarta menyatakan rencana Anies-Sandi melepas saham Pemerintah Provinsi DKI tidak akan mengganggu jalannya perusahaan. Pemprov DKI memiliki 26,25 persen saham di perusahaan itu.  

    Direktur Independen PT Delta Djakarta Tbk Ronny Titiheruw mengatakan wacana pelepasan atau divestasi saham Pemprov DKI tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan bir tersebut. "Sampai saat ini, belum ada komunikasi formal. Makanya, kami enggak bisa memberikan informasi. Kami jalankan business as usual," ucapnya saat acara public expose di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu, 25 April 2018.

    Ronny membeberkan strategi bisnis perusahaan itu yang difokuskan pada pengembangan pasar dan lini usaha. PT Delta Djakarta akan memperluas jaringan penjualan dan distribusi ke berbagai daerah di Indonesia, baik secara langsung maupun tak langsung.

    Bahkan, ujar dia, perseroan juga akan melebarkan sayap dengan cara melakukan ekspor ke luar negeri, yaitu ke Thailand dan Vietnam. "Kami telah mengekspor ke Timor Leste pada kuartal akhir 2017," tuturnya.

    Baca: Perusahaan Bir Delta Djakarta Bagikan Dividen, DKI Dapat Rp 40 M

    Berdasarkan laporan keuangan DLTA, porsi saham yang dimiliki Pemprov DKI mencapai 26,25 persen. Nilai itu merupakan gabungan antara 23,34 persen saham Pemprov DKI dan 2,91 persen milik Badan Pengelola Investasi dan Penyertaan Modal Jakarta. 

    Rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan PT Delta Djakarta yang digelar 25 April 2018 tidak mengagendakan soal pelepasan saham milik Pemprov DKI. "(Soal divestasi) itu menjadi hak prerogatif dan kebijaksanaan Pemprov DKI. Silakan tanya pemerintah terkait dengan hal tersebut," ucapnya.

    Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno telah bertemu dengan direksi dan Komisaris PT Delta Djakarta pada Selasa malam lalu. Meski mengapresiasi kinerja perusahaan bir itu, Sandiaga bakal melakukan review internal terhadap posisi Pemprov DKI di portofolio perusahaan produsen bir tersebut.

    Baca: DKI Hitung Untung-Rugi Janji Anies Lepas Saham Perusahaan Bir

    Menurut Sandiaga, sikapnya dan Gubernur Anies Baswedan jelas, yaitu setiap portofolio di bawah lingkungan BUMD itu harus menghasilkan kinerja yang bisa menopang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta kinerja yang menjadi target visi dan misi pemerintahan 2017-2022.

    Rencana divestasi saham DKI di perusahaan bir yang memproduksi minuman beralkohol merek Anker dan San Miguel tersebut mencuat sejak Anies-Sandi berkampanye dalam pilkada DKI tahun lalu.

    BISNIS.COM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.