Jumat, 16 November 2018

Terlibat Perampokan, Sopir Taksi Online Ditembak Mati

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menembak mati seorang sopir taksi online berinisial LI yang diduga terlibat penyekapan dan perampokan terhadap penumpang perempuan. Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas karen pria 27 tahun melawan saat di tangkap. "Saat pengejaran pelaku berusaha menabrak petugas," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi, Kamis, 26 April 2018.

    Menurut Hengki, tiga peluru polisi bersarang di tubuh LI. Jenazah pria itu sudah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diotopsi.
     
    Kejahatan yang dilakukan LI dan dua temannya berlangsung 23 April lalu. Korbannya adalah  perempuan berinsial SS, 24 tahun. Saat itu korban memesan taksi online menggunakan aplikasi Grabcar. Ia memesan dari rumahnya di  Duri Selatan 6, Komplek Setia Masa I, Tambora, Jakarta Barat.

    Tidak berapa lama, muncul taksi yang dipesan muncul. Sopirnya bernama Gugus Gunawan yang  mengunakan Suzuki Wagon B 2353 BZB. Dalam perjalanan tiba-tiba muncul dua orang pria dari bangku belakang. Mereka menyekap korban menggunakan jaket. “Pelaku mencoba memperkosa korban,” kata Hengki. Namun perbuatan itu urung dilakukan karena korban tengah menstruasi.

    Selanjutnya pelaku kabur setelah menguras harta korban. “Barang korban yang diambil yaitu satu buah handphone, ATM dan uang sebesar Rp 30 ribu,” kata Hengki. Pelaku menurunkan korban di depan rumahnya.

    Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap SN, 23 tahun, dan AP, 23 tahun. Keduanya dibekuk di Penjaringan Jakarta Utara pada 25 April 2018 pukul 22.00. Dari dua tersangka itu polisi mengetahui keberadaan LI.

    Polisi menemukan LI pagi tadi di kawasan Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Namun pria itu melawan dan berusahan menabrak polisi. Akhirnya tiga tembakan dilepaskan dan bersarang di tubuh pria itu. "Dari tes tes urine, saudara LI ini ternyata memakai narkoba," kata Hengki.

    Tersangka SN dan AP saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Barat terkait perampokan yang  terjadi Senin lalu itu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.