Perampokan di Taksi Online, Pelaku Bukan Sopir Resmi Grab

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa barang bukti diperlihatkan Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat saat mengadakan konferensi pers terkait pengemudi taksi online yang melakukan perampokan dan penyekapan kepada seorang wanita, di Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 26 April 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    Beberapa barang bukti diperlihatkan Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat saat mengadakan konferensi pers terkait pengemudi taksi online yang melakukan perampokan dan penyekapan kepada seorang wanita, di Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 26 April 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan LI, 27 tahun, pelaku perampokan penumpang, bukanlah sopir taksi online Grab yang resmi. Dia menggunakan aplikasi dan kendaraan milik ayah tirinya.  

    "Dia bukan pengemudi yang resmi terdaftar di aplikasi Grab," kata Hengki dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 26 April 2018.

    Hengki menjelaskan, LI saat itu menggunakan aplikasi Grab milik ayah tirinya. "Saat ayah tirinya lagi istirahat, dipakailah mobilnya ini," ucapnya.

    Baca: Perampokan di Taksi Online, Polisi: Penumpang Hampir Diperkosa

    Polisi berhasil menangkap dua rekan LI, yaitu SN dan AP, pada Rabu, 25 April 2018, pukul 22.00, di Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara LI, yang merupakan otak dari perampokan tersebut, ditembak mati saat mencoba melawan petugas di daerah Pesing, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 26 April 2018, pukul 05.00.

    Kepolisian mengimbau agar pengguna aplikasi online memperhatikan detail nama serta nomor polisi yang tertera di aplikasi dengan pengemudi kendaraan yang menjemput. "Perhatikan juga rute ke tujuan dan apakah di dalam mobil ada orang lain selain supir atau tidak," tuturnya.

    Baca: Sopir Terlibat Perampokan Penumpang, Ini Kata Grab Indonesia

    Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, jika penumpang taksi online Grab memiliki pengalaman berkendara yang tidak menyenangkan oleh pengemudi, penumpang bisa melaporkan langsung ke layanan konsumen Grab. "Tim layanan konsumen kami siap melayani segala pertanyaan dan keluhan 24 jam," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.