Mei 2018 Skytrain Bandara Soekarno-Hatta Tanpa Awak

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah rangkaian gerbong skytrain melintas di antara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Kereta Layang ini mampu mengangkut 176 penumpang sekali jalan. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sebuah rangkaian gerbong skytrain melintas di antara Terminal 2 dan Terminal 3 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 September 2017. Kereta Layang ini mampu mengangkut 176 penumpang sekali jalan. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang - Pembangunan Operation Control Center (OCC) kereta layang atau Skytrain Bandara Soekarno-Hatta telah selesai dikerjakan. Kereta layang ini akan beroperasi tanpa awak.

    "Sebelum dioperasikan, Mei ini akan diuji coba dulu," kata Vice President Of Corporate Commucation PT Angkasa Pura II Yado Yarismano kepada Tempo, Jum'at 27 April 2018.

    Sejak dioperasikan per September 2017, dua trainset atau empat gerbong masih dikendalikan oleh masinis. Mulai Mei 2018 dengan OCC, Skytrain akan driverless meski tetap disiapkan masinis.

    BacaBandara Soekarno-Hatta Bikin Tiga Sky Bridge untuk Skytrain

    Menurut Yado, gerbong Skytrain akan terus ditambah hingga 12 gerbong sampai Juli mendatang. Penambahan gerbong ini juga disiapkan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2018.

    Penambahan gerbong akan berdampak pada kecepatan waktu tunggu (headway) keberangkatan Skytrain di setiap halte.  Headway akan diperkecil dari 10 menit menjadi 5 menit sehingga meminimalisasi connecting time dengan Kereta Bandara.

    Menurut Yado, pengguna Skytrain didominasi pengguna Kereta Bandara, para pekerja di Bandara, dan penumpang pesawat yang akan transit.

    Skytrain Soekarno-Hatta melayani antar Terminal 3, 2 Integrated Building, Terminal 1, dan sebaliknya. Satu trainset Skytrain dapat mengangkut 167 orang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.