Cerita Dirut Dharma Jaya Minta Mundur ke Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri) melempar batu saat simulasi pengamanan dalam perayaan HUT Satpol PP ke-68 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 26 April 2018. Apel ini dipimpin langsung oleh Gubernur Anies Baswedan. ANTARA/Reno Esnir

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri) melempar batu saat simulasi pengamanan dalam perayaan HUT Satpol PP ke-68 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 26 April 2018. Apel ini dipimpin langsung oleh Gubernur Anies Baswedan. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati resmi mengundurkan diri dari posisinya. Dia telah bertemu dengan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menjelaskan alasannya.

    “Ngobrol selama 10 menit (dengan Gubernur Anies Baswedan)," kata Marina kepada Tempo tadi malam Jumat, 27 April 2018.

    Marina Ratna menuturkan, pertemuan terjadi di Balai Kota pada Senin, 16 April 2018. Dalam pertemuan dia sekaligus menyerahkan surat pengunduran dirinya tertanggal saat itu.

    BacaDirut Dharma Jaya Marina Minta Mundur, Dana PSO Baru Cair 

    Marina bercerita bahwa Anies merestui keinginan untuk melepas posisi pimpinan di perusahaan pemasokan daging ini. Gubernur Anies Baswedan juga mengucapkan terima atas sumbangsih Marina selama di Dharma Jaya sejak ditunjuk oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Desember 2014.

    “Dia ucapkan terima kasih aku kerja pakai hati, kalau ke depan mau dia bantu sampaikan aja. Aku bilang juga kalau Bapak mau aku bantu, aku siap bantu juga."

    Surat jawaban atas pengunduran diri Marina Ratna D. Kusumajati, Dirut PD Dharma Jaya. FOTO: Dok. Dharma Jaya

    Menurut Marina, alasannya mengundurkan diri karena tidak bisa bekerja kalau anggaran terlambat cair. Apalagi, dana untuk membayar daging dan ayam untuk Kartu Jakarta Pintar semua dilimpahkan ke Dharma Jaya.

    SKPD di DKI Jakarta, dia menuturkan, adalah rekan kerjanya. Namun, tetap saja soal pasokan untuk masyarakat tak mampu menjadi tugas Dharma Jaya, selain mendapatkan keuntungan dari bisnis. Marina Ratna menilai dia tak mendapat dukungan yang semestinya dari SKPD.

    Dia mengakui bahwa dana PSO (public service obligation sebesar Rp 41 miliar yang dia minta sejak November 2017 akhirnya cair. "Tapi kalau duit reimburse harusnya (cair) satu bulan (tapi) dibayarnya dua-tiga bulan, sama juga bohong," ujarnya.

    Kekecewaan sejak akhir 2016. Kala itu, Dharma Jaya mengusulkan penanaman modal daerah (PMD) sebesar Rp 98 miliar. Badan Anggaran DPRD sudah menyetujui nilainya. BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) DKI kemudian mengeluarkan Rp 72 miliar sebab usulan anggaran Rp 26 miliar untuk bisnis dicoret. "Bersamaan dengan itu usulan Food Station dikeluarkan Rp 300 miliar,” ucap Marina Ratna.

    Marina Ratna menyatakan, Anies Baswedan mendengarkan semua masukan dan kesulitan yang dialami selama ini. Lalu, apa komentar Gubernur DKI?

    "Beliau diam saja."

    Satu atau dua hari setelah pertemuan dengan Anies Baswesan, Marina Ratna menerima surat persetujuan pengunduran diri yang ditandatangani Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah DKI Yunanto.

    Dalam surat tertanggal 16 April 2018, sama dengan tanggal pertemuan, tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan arahan Gubernur DKI Anies Baswedan pengunduran diri dikabulkan.

    Untuk tetap memegang prinsip good corporate governance, Marina diminta menyelesaikan tugas sebagai Dirut Dharma jaya hingga sebulan kemudian, yakni 17 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.