Kabupaten Tangerang Fokus Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur Lintas Selatan Suradita kabupaten Tangerang yang mengarah ke Muncul kembali diperbaiki setelah mengalami amblas. TEMPO/Muhamad Kurnianto

    Jalur Lintas Selatan Suradita kabupaten Tangerang yang mengarah ke Muncul kembali diperbaiki setelah mengalami amblas. TEMPO/Muhamad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang -  Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang saat ini fokus membangun infrastruktur di daerah perbatasan dengan DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor. Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawandi mengatakan langkah ini bertujuan untuk menghilangkan ketimpangan yang selama ini terlihat di kawasan perbatasan. "Bappeda sedang melakukan kajian agar tidak terjadi kesenjangan," katanya, Sabtu, 28 April 2018.

    Ewin mencontohkan Kecamatan Kosambi yang bersebelahan dengan Jakarta dan Kecamatan Jambe yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Untuk pembangunan di dua wilayah itu perlu ada koordinasi sehingga tidak terjadi ketimpangan pembangunan insfrastruktur. Karena itu ia akan menghubungi pemerintah Kabupaten Bogor dan pemerintah Jakarta. “Supaya ada sinergi antardaerah,” katanya.

    Menurut dia, untuk masa yang akan datang tidak lagi pengembangan wilayah secara sendiri. "Untuk mengejar percepatan pembangunan daerah, saling menguntungkan dan terhubung dengan yang lainnya," katanya.

    Selain itu, Kabupaten Tangerang bersiap membangun kecamatan terpencil yang belum digarap sehingga perlu proyek insfrastruktur. Bappeda sedang mempersiapkan regulasi dan program untuk kecamatan terpencil. Sebagai contoh di Sukamulya, jalan menuju ke kecamatan dengan lebar 4 meter. Hal ini sangat mengganggu arus transportasi. Oleh karena itu, dia memandang perlu jalan tersebut dilebarkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.