Intelijen Catat 30 Ribu Orang Bakal Demo Hari Buruh di Jakarta

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh se-Jabodebek memperingati Hari Buruh se-Dunia atau May Day, di Jakarta, 1 Mei 2013. NGARTO FEBRUANA

    Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh se-Jabodebek memperingati Hari Buruh se-Dunia atau May Day, di Jakarta, 1 Mei 2013. NGARTO FEBRUANA

    TEMPO.CO, Jakarta – Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day besok akan dilaksanakan di sejumlah titik di DKI Jakarta. Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menuturkan, aksi menyampaikan pendapat tersebut dilakukan di Istana Negara, Istora Senayan, Balai Kota DKI Jakarta, Gedung DPR-MPR, dan titik lainnya.

    “Mereka akan menyampaikan pendapat mulai pukul 10.00 WIB sampai 18.00 WIB di beberapa lokasi yang saya sampaikan itu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 30 April 2018.

    Baca: Hari Buruh, Serikat Pekerja Kerahkan 75 Ribu Orang Demo di Istana

    Diperkirakan, akan ada 25 sampai 30 ribu massa yang akan datang ke Jakarta. Guna mengantisipasi, polisi akan mengerahkan 20 ribu personel gabungan.

    "Dari data intelijen yang kita dapatkan bahwa massa yang akan datang ke Jakarta antara 25 sampai 30 ribu orang ke Jakarta," ujar dia.

    Para buruh mengusung tema  'Hentikan Keserakahan dan Hegemoni Koorporasi, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat' di tahun ini. Mereka menuntut agar pemerintah menurunkan tarif listrik, mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan, dan meminta Presiden agar pro buruh.

    Ia pun berpesan kepada peserta May Day, baik yang datang dari luar Jakarta maupun yang di Jakarta agar bisa menyampaikan pendapat dengan santun.

    "Hindari konflik di jalan dan lapangan," kata dia. Argo berharap antara peserta dengan petugas keamanan bisa bekerja sama dengan baik, sehingga kegiatan May Day atau Hari Buruh akan berjalan dengan aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.