Operasi Patuh Jaya, Polisi: 31 Ribu Pelanggaran Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Polisi saat mengikuti apel kesiapan operasi patuh jaya 2018 di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, 26 April 2018. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2018 mulai 26 April 2018 hingga 9 Mei 2018 secara serentak di seluruh Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah Polisi saat mengikuti apel kesiapan operasi patuh jaya 2018 di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, 26 April 2018. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2018 mulai 26 April 2018 hingga 9 Mei 2018 secara serentak di seluruh Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat 31 ribu pelanggaran lalu lintas selama sepekan Operasi Patuh Jaya 2018. Kepala Subdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan pelanggaran lalu lintas paling banyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. 

    "Di wilayah DKI Jakarta, terjadi 31 ribu pelanggaran lalu lintas," ujar Budiyanto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Mei 2018. Dari keseluruhan pelanggaran yang terjadi, sepeda motor menyumbang angka terbanyak, yakni sekitar 62 persen.

    Meski begitu, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, pelanggaran turun sampai lima persen. "Kami terus berharap tren pelanggaran terus turun," kata dia.

    Rencananya, Operasi Patuh Jaya 2018 akan digelar selama dua pekan sampai 9 Mei 2018 mendatang. Sedikitnya 2.380 personel diturunkan pada Operasi Patuh Jaya 2018. Operasi tersebut bertujuan untuk menertibkan pengendara motor maupun mobil terhadap aturan lalu lintas.

    Selama Operasi Patuh Jaya 2018, petugas akan disebar memantau dan menindak pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas. Mereka yang menggunakan gawai ketika berkendara, melawan arus, berkendara di bawah umur, tidak menggunakan helm, dan membonceng lebih dari dua orang akan ditindak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.