Ustad Alfian Tanjung Baca Pledoi, Ketua Alumni 212 Beri Dukungan

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung, menjalani sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu, 3 Januari 2018, dengan agenda pembacaan eksepsi. MARIA FRANSISCA LAHUR

    Terdakwa kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung, menjalani sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu, 3 Januari 2018, dengan agenda pembacaan eksepsi. MARIA FRANSISCA LAHUR

    TEMPO.CO, Jakarta — Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif  hadir dalam sidang kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Ustad Alfian Tanjung  pada Rabu 2 Mei 2018.  Ia datang untuk memberikan dukungan.

    Pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, Alfian Tanjung membacakan pledoi atau pembelaan.

    "Pledoi saya tidak lebih dari 25 halaman, mohon izin saya bacakan secara utuh," kata Alfian Tanjung kepada hakim.

    Baca: Ujaran ini yang Membuat Alfian Tanjung Divonis 2 Tahun Penjara

    Sebelumnya, jaksa menilai Alfian Tanjung melakukan pencemaran nama baik dengan menyebut 85 persen kader Partai Komunis Indonesia (PKI) ada di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter miliknya, @alfiantmf.

    Menurut Alfian, pernyataannya di media sosial tentang 85 persen kader PKI ada di PDIP adalah hasil penelitian empiris. Alfian mengatakan angka itu berasal dari pernyataan Rika Ciptaning di televisi.

    “Saya hanya mengabarkan.” Logika hukumnya, seharusnya dia tidak mendapat perlakuan seperti ini.   

    Jaksa menuntut Alfian Tanjung 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan karena mencemarkan nama baik.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.