Jumat, 17 Agustus 2018

Ini 4 Dugaan Kelalaian Panitia Sembako Monas yang Berujung Maut

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komariyah (dua dari kiri), ibunda Rizki, bocah yang tewas dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat dan kuasa hukumnya, Muhammad Fayyadh (dua dari kanan), melaporkan Dave Revano Santosa, ketua panitia acara ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018. FOTO: Tempo/Fajar Pebrianto

    Komariyah (dua dari kiri), ibunda Rizki, bocah yang tewas dalam acara bagi-bagi sembako di Monas, Jakarta Pusat dan kuasa hukumnya, Muhammad Fayyadh (dua dari kanan), melaporkan Dave Revano Santosa, ketua panitia acara ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018. FOTO: Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sejumlah hal yang membuat Komariah kesal dengan panitia acara bagi-bagi sembako di lapangan Monas, Jakarta Pusat.

    Wanita berumur 49 tahun itu adalah ibunda dari Muhammad Rizki Syahputra, bocah 10 tahun yang meninggal dunia setelah sempat terinjak-tinjak saat mengantre makanan di acara pada Sabtu, 28 April 2018 itu.

    Komariah melaporkan Dave Revano Santosa, Ketua Panitia ke Bareskrim Mabes Polri. Ia hadir di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, dengan ditemani oleh Muhammad Fayyadh, kuasa hukumnya, dan Adi, kakak Rizki.

    BacaKorban Sembako Monas Mengaku Diberi Uang Tutup Mulut

    "Saya orang kecil, orang miskin, tolong jangan berhenti, tolong kasus ini diusut tuntas," kata Komariah seusai menyampaikan laporan di ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim pada Rabu, 2 Mei 2018.

    Acara hiburan dan pembagian sembako ini diadakan oleh Forum Untukmu Indonesia di Monas pada Sabtu kemarin, 28 April 2018. Karena ramainya peserta yang mengantre untuk mendapatkan sembako dan makanan gratis, nyawa dua orang anak pun melayang sia-sia.

    Saat itu, Rizki terinjak-injak saat mengantre makanan. Meski sempat keluar dari antrean, Ia lalu muntah dan kejang-kejang hingga meninggal keesokan harinya. Sedangkan seroang lainnya yaitu Mahesa Junaedi, 12 tahun, diduga meninggal akibat dehidrasi karena panasnya kondisi di lapangan saat itu.

    Fayyadh merinci sejumlah kelalaian yang diduga dilakukan panitia. Pertama, tidak ada larangan untuk membawa anak kecil dalam acara itu. Padahal, jumlah peserta yang datang tumpah ruah memadati seisi lapangan Monas.

    Selanjutnya, tidak pertolongan medis yang memadai dari panitia saat kedua bocah mengalami kondisi kritis. Kemudian, sikap panitia terkesan cuek saat diberi tahu kondisi kedua bocah. "Panitia justru bilang mohon maaf, kami sedang sibuk," kata Fayyadh.

    Bahkan sampai saat ini, belum satupun dari panitia datang dan memberi santunan kepada Komariah dan keluarga korban lainnya.

    Tempo terus menghubungi Dave namun nomor teleponnya tidak aktif. Tapi pada saat dihubungi Selasa lalu, Dave menyatakan bersedia menanggung segala resiko yang muncul dari acara bagi-bagi sembako Monas. “Semua bentuk pertanggungjawaban ada di tangan Panitia, kami pasti akan bertanggung jawab."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.