Kamis, 16 Agustus 2018

Temui Sandiaga Uno, Panitia Sembako Monas Diantar Ketua Perindo

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mendatangi kantor Ombudsman RI di Kuningan, Jakarta Selatan 9 April 2018. Pemanggilan Sandiaga Uno terkait dengan penerbitan sertifikat Tanah di Pulau Pari. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mendatangi kantor Ombudsman RI di Kuningan, Jakarta Selatan 9 April 2018. Pemanggilan Sandiaga Uno terkait dengan penerbitan sertifikat Tanah di Pulau Pari. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap insiden pembagian sembako oleh Forum Untukmu Indonesia(FUI) di Monas. Pemerintah DKI Jakarta, kata Sandiaga Uno, akan ikut bertanggung jawab terhadap kematian Muhamad Rizki Syahputra, 10 tahun, dan Mahesa Junaedi (12) akibat berdesak-desakan dan dehidrasi. 

    “Pak Wali Kota Jakarta Utara (Husen Murad), alhamdulillah kemarin langsung mendatangi keluarga korban dan aparat cepat, saya apresiasi,” ujar Sandiaga Uno di Pasar Pelita, Jakarta Utara, Kamis, 3 Mei 2018.

    Menurut Sandiaga Uno, Ketua Forum Untukmu Indonesia Dave Santosa telah mendatangi dirinya di Balai Kota Jakarta dan menyampaikan kesediaan bertanggung jawab. Saat menghadap dirinya pada Senin, 1 April 2018, Dave diantar Ketua Partai Perindo DKI Jakarta, Surianta Tarigan.

    “Dave ini tokoh, karena ternyata rekam jejaknya cukup bagus di perhelatan-perhelatan sebelumnya sebagai relawan. Saya imbau juga, insya Allah bisa memberikan empatinya kepada keluarga korban,” ujar Sandiaga Uno.

    Acara Forum Untukmu Indonesia berlangsung pada Sabtu, 28 April 2018, di lapangan Monas. Ribuan orang dari Jabodetabek datang ke lokasi karena terpikat dengan janji akan ada pembagian sembako. Banyak  orang tua membawa anaknya dan ikut mengantre pembagian sembako. 

    Namun, panitia tidak siap mengatur antrean dan menyediakan fasilitas agar warga lapisan bawah itu tidak kepanasan dan nyaman. Jumlah panitia yang sedikit dan tidak ada komunikasi, menyebabkan sejumlah anak terlepas dari jangkauan orang tuanya.

    Belakangan, acara itu menimbulkan polemik, karena  panitia tidak mengantongi izin Pemerintah Provinsi  DKI  Jakarta untuk membagi-bagikan sembako. Acara itu  menyisakan banyak sampah dan mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di ruas-ruas jalan sekitar kawasan Monas. Bahkan, dua bocah tewas di Monas.

    Dave  Santosa mengatakan panitia bakal bertanggung jawab atas sampah-sampah dan kerusakan yang terjadi di Monas. Dia berujar panitia juga sudah mendatangi keluarga korban. “Kami sudah meminta maaf dan bersilaturahmi. Keluarga menyatakan tidak akan melanjutkan masalah ini, tidak akan berpolemik, karena ini musibah," kata Dave.

    Kandati begitu, Dave tak membenarkan kedua anak itu tewas saat berdesak-desakan. Dia berpendapat, yang berkapasitas bicara ihwal penyebab kematian korban adalah kepolisian.  "Sepengetahuan saya kedua anak tersebut memang sakit. Tapi biarlah itu kepolisian yang menjelaskan," ujar Dave yang telah bertemu Sandiaga Uno


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.