Korban Intimidasi #2019GantiPresiden di CFD: Kami Nggak Jahat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi persekusi, bullying. Shutterstock

    Ilustrasi persekusi, bullying. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Susi Ferawati, korban intimidasi dan persekusi oleh massa berkaos #2019GantiPresiden di arena Car Free Day, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan dengan organisasi atau partai politik manapun.

    Menurut Susi, dia diajak panitia dari komunitas #DiaSibukKerja untuk mengikuti jalan sehat. Dia tahu arena CFD dilarang untuk kegiatan politik. Namun, kegiatan yang dia ikuti sekedar jalan sehat dan tak ada kaitannya dengan keompok #2017GantiPresiden.

    "Kami jalan santai aja, nggak ada niat jahat," kata Susi ketika datang melapor di Kantor Komisi Nasional Perempuan di Jakarta hari ini, Kamis, 3 Mei 2018.

    Simak pulaKata Polisi Soal Video Viral #2019GantiPresiden Vs #DiaSibukKerja 

    Susi menuturkan, dia memang mengidolakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sehingga lumrah jika menyampaikan ekspresinya, antara lain via kaos bertuliskan #DiaSibukKerja. Namun, Susi tidak pernah terlibat organisasi pendukung, misalnya Projo. "Saya nggak ikut politik."

    Intimidasi terjadi Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu pagi, 29 April 2018. Susi dan anaknya Davin, 10 tahun, mengikuti acara jalan santai yang diadakan oleh komunitas #DiaSibukKerja.

    Kala itu, Susi dan anaknya terpisah dari rombongan. Saat sedang berjalan di sekitar Bundaran HI, dia dan anaknya dihadang beberapa orang berkaos #2019GantiPresiden.

    Susi lantas dicecar beragam pertanyaan sambil diolok-olok. Peristiwa itu terekam video yang kemudian viral di media sosial. Terlihat Davin menangis ketakutan karena dikepung banyak orang yang mengintimidasi.

    "Saya hanya ibu rumah tangga, hanya karyawan swasta biasa," ujar Susi soal intimidasi massa berkaos #2019GantiPresiden di CFD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.