Rabu, 17 Oktober 2018

Tolak Digusur, Korban Kebakaran Taman Kota Tagih Janji Anies

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian korban kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta barat, sudah mulai membangun rumahnya kembali, Selasa, 17 April 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    Sebagian korban kebakaran Taman Kota, Kembangan, Jakarta barat, sudah mulai membangun rumahnya kembali, Selasa, 17 April 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni.

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban kebakaran Taman Kota mendatangi Balai Kota meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan penggusuran di lokasi permukiman itu. Mereka juga memohon Anies tidak memindahkan warga korban kebakaran tersebut ke Rumah Susun Rawa Buaya.

    "Kami minta Gubernur tidak memindahkan kami ke rusun, kami menolak. Tetap tinggal di sini," kata Subakir, seorang warga Taman Kota, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Mei 2018.

    Warga Taman Kota, kata Subakir, meminta Anies Baswedan memenuhi janji kampanyenya. "Saat kampanye, janji tidak ada penggusuran, tapi ini digusur," ujarnya.

    Baca: Alasan Warga Korban Kebakaran Taman Kota Menolak Ide Sandiaga Uno

    Ada lima perwakilan warga Taman Kota yang menemui tim Anies Baswedan. "Diterima sama timnya, enggak sama Pak Anies."

    Subakir mengatakan, sebelum terjadi kebakaran di Taman Kota, Anies Baswedan sempat datang ke sana dan mengatakan wilayah ini tidak akan tergusur. Namun, setelah kebakaran terjadi, kata Subakir, muncul surat pemberitahuan dari Kecamatan Kembangan untuk merelokasi korban ke rusun.

    Baca: Sandiaga Uno Ingin Pindahkan Korban Kebakaran Taman Kota ke Rusun

    Surat pemberitahuan pertama keluar pada 25 April 2018 dan surat pemberitahuan kedua keluar pada 2 Mei 2018. "Jika hari ini enggak ada keputusan, besok kami harus pindah," kata korban kebakaran Taman Kota itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.