BNN Tangerang Selatan: Ini Tiga Wilayah Rawan Peredaran Narkoba

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan telah memetakan lokasi rawan peredaran narkoba di wilayah pimpinan Airin Rachmi Diany itu. Ada tiga lokasi yang perlu diwaspadai, yaitu Pamulang, Ciputat, dan Pondok Aren.

    “Kasus terbanyak terdapat di tiga tempat itu,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Heri Istu saat memberikan sosialisasi antinarkoba di Masjid Al-A'raaf, Pondok Cabe, Pamulang, Ahad, 7 Mei 2018.

    Menurut Heri, kerawanan itu timbul salah satunya karena wilayah-wilayah itu berbatasan langsung dengan Jakarta dan Depok. "Selain itu berdekatan dengan lembaga pemasyarakatan ataupun kawasan industri serta akses entry point (titik masuk) yang terbuka lebar," ujarnya.

    Heri mengatakan, entry point yang dimaksud adalah stasiun kereta dan terminal. Kondisi tersebut tentu membuat Pamulang, Ciputat, dan Pondok Aren menjadi wilayah terbuka bagi keluar-masuknya peredaran narkoba. "Jenis narkoba yang paling banyak diungkap masih didominasi sabu-sabu," ucapnya.

    Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al-A'raaf Makbullah mengatakan dengan sosialisasi ini, masyarakat makin paham tentang ancaman dan bahaya narkotik. "Minimal lingkungan sekitar kita bisa dijauhkan dari peredaran obat-obatan terlarang,” tuturnya. "Dengan kegiatan ini, anak- anak muda bisa berpikir ulang apabila ada yang menawarkan narkoba."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.