Pembunuhan Laura, Ayah Korban Tak Tahu Anaknya Tewas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Laura, korban pembunuhan dan pembakaran oleh kekasihnya, Stefanus di Jalan Alaydrus, Petojo Utara, Jakarta Pusat, pada Ahad, 6 Mei 2018. Tempo/Kartika Anggraeni

    Rumah Laura, korban pembunuhan dan pembakaran oleh kekasihnya, Stefanus di Jalan Alaydrus, Petojo Utara, Jakarta Pusat, pada Ahad, 6 Mei 2018. Tempo/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua Laura, korban pembunuhan dan pembakaran di Pantai Karang Serang, Tangerang, tak tahu putrinya sudah tewas di tangan kekasihnya sendiri. Ketua RW 02 Petojo Utara Usman Ali Musa mengatakan ayah Laura baru mengetahui anaknya meninggal saat polisi datang ke rumahnya untuk melihat TKP pembunuhan.

    Pada saat itu, kata Usman, Kepolisian Sektor Tambora mendatangi rumahnya pada Jumat, 4 Mei 2018, untuk meminta izin membuka rumah Laura untuk olah TKP. "Polisi minta saya menyaksikan buka rumahnya. Pas dibuka, ada ayah dan abangnya di situ," ucap Usman saat dihubungi Tempo, Ahad, 6 Mei 2018.

    Kepala Kepolisian Sektor Tambora Komisaris Ivertson Manossoh mengatakan, berdasarkan keterangan Stefanus, yang merupakan kekasih korban, pembunuhan Laura terjadi karena ia merasa sakit hati. Stefanus, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, merasa tidak dihargai sebagai seorang laki-laki. 

    Baca: Bakar Mayat Kekasih di Pantai, Begini Motif Pembunuhan Laura

    Ivertson mengatakan Laura sempat menodongkan pisau kepada pelaku saat mereka terlibat percekcokan. Pisau tersebut direbut pelaku. Dalam keadaan emosi, pelaku menikam korban empat kali.

    Ayah Laura saat itu langsung menanyakan kepada polisi kondisi anaknya. "Anak saya kenapa? Anak saya mati?" kata Usman menirukan suara ayah Laura.

    Namun polisi belum menceritakan apa yang terjadi kepada Laura saat itu. "Enggak, Pak, ini kami mau periksa dulu ke kamarnya, nanti setelah itu kami kasih tahu bapak," ujarnya.

    Saat polisi bertanya di mana letak kamar korban, ayah korban kembali bertanya mengenai kondisi anaknya. "'Anak saya kenapa? Mati?' Udah gitu-gitu aja pertanyaannya," kata Usman.

    Usman menjelaskan, kondisi kamar Laura saat itu berantakan dan ditemukan bercak darah. Setelah itu polisi baru menceritakan bahwa Laura sudah tewas.

    Mengetahui anaknya sudah tewas, ayah Laura langsung menangis. "Ya, menangis gitu, tapi enggak keluar air mata."

    Pembunuhan Laura, 41 tahun, terungkap setelah ditemukan mayat perempuan yang hangus terbakar di Pantai Karang Serang, Tangerang. Polisi juga mendapat laporan dari Aziz yang mengaku melihat mayat di mobil Stefanus, kekasih korban. Berdasarkan laporan itu, polisi menangkap pelaku. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...