Penyebab Bus Jenis Vintage Transjakarta Tabrak Pohon di Simprug

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Mayasari Bakti jurusan Harmoni-Lebak Bulus dengan nomor polisi B 7867 TGC saat mengalami kecelakaan dengan menabrak pembatas jalan di kawasan Simprug, Jakarta, 7 Mei 2018. Menurut polisi, kecelakaan yang merenggut 1 korban jiwa dan sejumlah orang luka-luka ini disebabkan sopir yang mengantuk. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Bus Mayasari Bakti jurusan Harmoni-Lebak Bulus dengan nomor polisi B 7867 TGC saat mengalami kecelakaan dengan menabrak pembatas jalan di kawasan Simprug, Jakarta, 7 Mei 2018. Menurut polisi, kecelakaan yang merenggut 1 korban jiwa dan sejumlah orang luka-luka ini disebabkan sopir yang mengantuk. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Transjakarta mendapat informasi sementara penyebab kecelakaan bus jenis vintage Transjakarta di Simprug, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam kecelakaan ini, bus menabrak pohon yang berada di atas separator jalan.

    Rupanya, pengemudi bus dari operator Mayasari Bakti itu menghindari seorang penyeberang yang melintas di jalur busway.

    Baca : Bus Transjakarta Koridor 8 Tabrak Pembatas di Simprug, Satu Tewas

    "Bus akhirnya menabrak pohon, dan pohon itu menimpa seorang warga," kata Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo melalui pesan pendek di Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

    Nyawa korban yang tertimpa pohon pun tak tertolong dan akhirnya meninggal. Belum diketahui identitas pasti warga yang tewas tertimpa pohon ini. Demikian juga dengan seorang warga yang melintas di jalur tersebut.

    Bus Transjakarta yang mengalami kecelakaan adalah bus di koridor 8, melayani rute Lebak Bulus-Harmoni. Bus jenis vintage berwarna hijau muda ini diketahui baru mulai operasi sekitar Maret 2018.

    Sementara itu, kata Wibowo, tidak ada penumpang bus Transjakarta itu yang terluka. "Seluruhnya pun dipindahkan ke bus berikutnya untuk tetap mendapat pelayanan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.