Sandiaga Ajak Mantan Menteri Perdagangan Lari di Taman Langsat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meninjau progres revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 7 Mei 2018. Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng dibagi atas 2 zona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta meninjau progres revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 7 Mei 2018. Pengerjaan revitalisasi Lapangan Banteng dibagi atas 2 zona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari setelah mengajak Menteri Keuangan Sri Mulyani berolahraga, hari ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengajak lari pagi mantan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu. Namun lokasi lari pagi dengan Mari Elka bukan di Lapangan Banteng, melainkan di Taman Langsat, Jakarta Selatan. 

    Dalam acara lari pagi tersebut, Mari meminta Sandiaga memperbaiki Taman Langsat. "Saya dulu waktu kecil sering sekali main di sini. Saya mimpi supaya mendapat tempat yang indah lagi kembali," kata Mari di Taman Langsat, Selasa, 8 Mei 2018.

    Selain itu, Mari ingin Taman Langsat bisa digunakan untuk ruang publik. "Nah, untuk komunitas bisa berkumpul melakukan banyak hal," ucapnya.

    Baca: Sandiaga Uno Ajak Sri Mulyani Keliling Lapangan Banteng Satu Jam

    Sandiaga mengatakan, berdasarkan demografi, Taman Langsat memang identik dengan orang lanjut usia. Namun Sandiaga juga akan membuat taman tersebut sebagai tempat yang nyaman untuk anak muda.

    "Jadi akan di-mix, ada memang terfokus buat lansia, tapi yang buat anak muda juga kami bangun," ujar Sandiaga.

    Ketika lari pagi di Taman Langsat, Sandiaga mencium bau tak sedap. "Iya, ini tadi setiap kali lewat bau," tuturnya.

    Sandiaga berharap masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan limbah. "Karena ini banyak limbah rumah tangga juga," katanya.

    Sandiaga meminta masyarakat dengan sadar untuk mengelola limbah di PD PAL Jaya. "Karena kita kan metropolis, ya, maka perilaku kita harus metropolitan juga. Masak, masih membuang sampah sembarangan?" ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.