Aktor Pemicu Kerusuhan Mako Brimob Masih Dirawat di RS Polri

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota polisi Brimob berjaga usai melakukan penanggulangan penyanderaan dan kerusuhan di Mako Brimob, Depok, 10 Mei 2018. Kepolisian Brimob melakukan penanggulangan dengan melakukan pendekatan lunak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah anggota polisi Brimob berjaga usai melakukan penanggulangan penyanderaan dan kerusuhan di Mako Brimob, Depok, 10 Mei 2018. Kepolisian Brimob melakukan penanggulangan dengan melakukan pendekatan lunak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Instalasi Forensik RS Polri Komisaris Besar Edi Purnomo mengatakan narapidana pemicu kerusuhan Mako Brimob, Wawan Kurniawan alias Abu Afif, masih menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati. "Abu Afif itu masih dirawat di forensik," ujar Edi, Jumat, 11 Mei 2018.

    Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Polri Yayok Witarto, Wawan menderita luka pada bahu kiri. Namun dia tak merinci seberapa parah luka Wawan itu. "Pokoknya ada luka, nanti ada penjelasan lebih rinci," katanya.

    Untuk menyembuhkan luka itu, kata Yayok, Wawan mendapat penanganan dari dokter bedah umum dan dokter bedah ortopedi. "Saat ini kondisinya relatif baik," ucapnya.  

    Kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua pecah 8 Mei 2018. Awalnya Wawan menanyakan titipan makanan dari pembesuknya. Karena tidak puas dengan jawaban petugas, ia berteriak agar titipan itu segera diberikan kepada dirinya. Teriakan inilah yang belakangan diduga menjadi pemicu kerusuhan itu.

    Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, sebelum kerusuhan, ada tiga anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang tengah diperiksa. Polisi saat ini masih menelisik kemungkinan Wawan sengaja membuat keributan karena ingin menghalangi pemeriksaan itu. “Perlu pendalaman lagi kalau motif teriakan Wawan berhubungan dengan pemeriksaan tiga anggota JAD tersebut," kata Setyo, 9 Mei 2018.

    Sejauh ini, kata Setyo, Wawan bukan pimpinan tahanan teroris, namun hanya sebagai pemicu awal kerusuhan Mako Brimob. "Dia yang pertama memprovokasi kerusuhan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.