Minggu, 22 September 2019

Datang ke Balai Kota, Ini Alasan Sutiyoso Menemui Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Budiarti Utami Putri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menilai Anies Baswedan tidak memiliki ambisi untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2019. Ia justru melihat Anies memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan tugas sebagai gubernur Jakarta.

    Pendapat Sutiyoso itu sebagai tanggapan atas pertanyaan wartawan yang menanyakan peluang Anies maju dalam pemilihan presiden tahun depan. "Saya kira beliau berkomitmen. Sejauh ini saya belum baca ambisi-ambisi ke sana," kata Sutiyoso di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018.

    Pria yang pernah populer dengan sapaan Bang Yos ini yakin Anies dapat mengurus ibu kota dengan baik. Namun ia tidak mau banyak berkomentar ihwal kebijakan-kebijakan gubernur DKI Jakarta itu. Alasannya, setiap gubernur memiliki gaya masing-masing dalam menentukan kebijakan. Misalnya tentang penataan Tanah Abang. "Setiap zaman berbeda-beda situasinya. Dampaknya nanti kayak apa, nanti saya sarankan lagi," kata dia.

    Mantan Panglima Kodam Jaya ini menjabat gubernur DKI selama dua periode, yaitu 1997-2002 dan 2002-2007. Ia sengaja datang ke balai kota untuk bertemu dengan Anies. Mereka membicarakan wacana forum gubernur yang digagas Anies.

    Menurut Sutiyoso, hanya dia mantan gubernur DKI yang masih punya waktu mengunjungi balai kota. Sebab mantan gubernur yang lain memiliki kesibukan masing-masing. "Pak Suryadi mungkin kesehatannya sudah ke mana-mana. Fauzi Bowo, di Jerman,” katanya. “Pak Jokowi, presiden enggak mungkin lagi keluyuran ke sini. Pak Ahok, Anda sudah tahu di mana. Habis itu Djarot lagi kampanye. Jadi saya-lah jadi sasaran sekarang, forum gubernur, tinggal satu orang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe