Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Hadiri Parade Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka parade Asian Games 2018 di Monas, Jakarta, 13 Mei 2018. Foto: Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka parade Asian Games 2018 di Monas, Jakarta, 13 Mei 2018. Foto: Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menghadiri acara Parade Asian Games 2018.  Parade ini dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    "Hari ini 98 hari menjelang, insya Allah kita akan melaksanakan event besar, kedua setelah tahun 62 yang lalu," kata Jusuf Kalla dalam pidato pembukaannya di Lapangan Silang Barat Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu, 13 Mei 2018. Kalla hadir bersama istrinya, Mufidah Jusuf Kalla.

    Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Ketua INASGOC Erick Thohir.

    Kalla mengatakan, Asian Games tahun ini berbeda dengan gelaran 56 tahun yang lalu. Menurut dia, jumlah peserta tahun ini akan sebanyak 6 kali lipat dari sebelumnya.

    "Zaman dulu Jakarta masih sepi dan mungkin pesertanya cuma tiga ribu," ujarnya.

    Parade ini diadakan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) sebagai menjadi ajang untuk mempromosikan turnamen empat tahunan itu pada masyarakat.

    Parade dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan car free day (CFD) yang biasa dilakukan di ruas Jalan Sudirman-Thamrin.

    Peserta parade Asian Games akan berjalan dari Lapangan Silang Barat Monas menuju Sarinah, lalu putar balik menuju Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan mengakhiri parade di depan gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika. Parade ini diikuti oleh sekitar 5.000 peserta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.