Polda Metro Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Bom di Gereja Surabaya

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan Barracuda milik kepolisian disiapkan saat Car Free Day (CFD) di kawasan Bunderan HI, Jakarta, 6 Mei 2018. Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan arena CFD tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang bermuatan politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kendaraan Barracuda milik kepolisian disiapkan saat Car Free Day (CFD) di kawasan Bunderan HI, Jakarta, 6 Mei 2018. Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan arena CFD tidak boleh digunakan untuk kegiatan yang bermuatan politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta –  Kepolisian Daerah Metropolitan Jaya meningkatkan keamanan setelah terjadi kasus ledakan bom di gereja Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pagi, 13 Mei 2018.

    “Kami tetap waspada. Kami tingkatkan kewaspadaan juga di sini," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, 13 Mei 2018.

    Sejumlah polisi terlihat berjaga-jaga di arena car free day Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta.   

    Minggu pagi ini, terjadi ledakan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Ledakan terjadi di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian langsung berangkat menuju Surabaya untuk meninjau lokasi kejadian sesudah menggelar aksi belasungkawa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal menjelaskan polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban.

    "Polisi setempat sedang melakukan upaya seperti evakuasi korban dan pengamanan lokasi," ujar Iqbal menjelaskan kasus bom di gereja Surabaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.