Jakarta Siaga Satu Usai Bom Surabaya, Ini Langkah Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai apel Hari Kartini bersama 10 wanita TNI-Polwan di Monumen Nasional, Jakarta, 25 April 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai apel Hari Kartini bersama 10 wanita TNI-Polwan di Monumen Nasional, Jakarta, 25 April 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Ibu Kota dalam keadaan siaga satu menyusul terjadinya ledakan bom Surabaya, Jawa Timur, yang menyasar tiga gereja dalam hitungan menit.

    "Kami berkomunikasi terus dengan Kapolda dan Pangdam. Jakarta dalam kondisi siaga satu," kata Anies Baswedan di Sentul, Jawa Barat, Ahad, 13 Mei 2018, terkait dengan peristiwa keji ledakan tiga bom Surabaya.

    Baca: Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi: Tengah Siapkan Serangan?

    Berdasarkan data yang dihimpun Tempo, ledakan terjadi di tiga tempat, yaitu di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta.

    Ledakan beruntun terjadi dengan interval antar-lokasi sekitar lima menit. Ledakan di Gereja Santa Maria sekitar pukul 07.15 merupakan bom bunuh diri menggunakan sepeda motor. Sedikitnya 11 orang tewas dan puluhan orang terluka.

    Anies mengatakan 36 ribu aparat Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia sudah diturunkan di beberapa obyek vital di Ibu Kota.

    Anies mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Ibu Kota, tetap tenang dan tidak khawatir setelah bom Surabaya. "Sampai dengan ke depan, insya Allah tetap dalam kontrol," ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.