Teror Bom Duren Sawit, Anies Baswedan: Jangan Sebar Hoax

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, didampingi wakilnya, Sandiaga Uno, memberikan pernyataan terkait kondisi Jakarta Siaga 1 di tengah serentetan aksi teror bom bunuh diri di Indonesia. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, didampingi wakilnya, Sandiaga Uno, memberikan pernyataan terkait kondisi Jakarta Siaga 1 di tengah serentetan aksi teror bom bunuh diri di Indonesia. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat tak menyebarkan informasi yang menyebabkan ketidaktenangan di tengah ancaman teroris, seperti teror bom Duren Sawit. "Jangan menyebarkan kekhawatiran, apalagi hoax," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

    Pernyataan Anies Baswedan itu merespons serentetan aksi teror yang terjadi sejak pekan lalu. Anies juga telah menyatakan kondisi Ibu Kota siaga 1, seperti yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis sebelumnya.

    Baca: Jakarta Siaga Satu Usai Bom Surabaya, Ini Langkah Anies Baswedan

    Dalam teror bom Duren Sawit pagi tadi, beredar informasi, “Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jaktim, dilempar tas ransel oleh pengemudi Avansa putih nopol tidak terdeteksi. Gegana sudah mengarah ke lokasi.”

    Namun kabar itu dibantah Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra. Dia membantah isu teroris menyerang dan meledakkan bom di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 14 Mei 2018.

    Sejumlah anggota Polisi Berjaga didepan Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, 14 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    "Tidak benar itu," ujar Yoyon saat dikonfirmasi, Senin. Hasil penyisiran petugas di Gereja Santa Anna menunjukkan tempat itu aman.  

    Baca: Terduga Teroris Batti Nugraha Suka Jajan Mi Ayam di Kemayoran

    Anies Baswedan memerintahkan seluruh jajarannya di pemerintah DKI meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan. Pemerintah DKI pun terus berkoordinasi dengan kepolisian, komando daerah militer (kodam), dan Badan Intelijen Daerah (Binda) untuk memastikan Ibu Kota aman.

    Di sisi lain, Anies mengimbau masyarakat DKI tetap tenang. Dia meminta warga tak menunjukkan ketidaktenangan. Jika menemui hal-hal mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada ketua rukun warga setempat.

    "Bila ada yang mencurigakan, laporkan kepada aparat. Jangan malah disebarkan sebagai berita yang menimbulkan ketidaktenangan," ujar Anies Baswedan.

    Sejumlah mobil Tim resmob keluar dari Gereja Santa Anna usai melakukan penyisiran benda yang mencurigakan di Duren Sawit, Jakarta Timur, 14 Mei 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Anies menyampaikan pula bahwa kondisi Jakarta terpantau aman, kendati Jakarta siaga 1 dan ada teror bom Duren Sawit di Gereja Santa Anna. Menurut dia, ada setidaknya 36 ribu aparat yang bersiaga di DKI saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.