Ahmad Dhani Ingin Konser Desak Polisi Cari Dalang Bom Surabaya

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Ahmad Dhani saat ditemui dalam peluncuran album terbaru Mulan Jameela bertajuk 99 Vol 2 Patience di Plaza Semanggi, Jakarta, 02 Mei 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Musisi Ahmad Dhani saat ditemui dalam peluncuran album terbaru Mulan Jameela bertajuk 99 Vol 2 Patience di Plaza Semanggi, Jakarta, 02 Mei 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi grup band Dewa 19, Dhani Ahmad Prasetyo atau Ahmad Dhani berencana membuat konser atas tragedi bom yang terjadi di beberapa lokasi di Surabaya. Namun, kata Dhani, konser yang akan dibuatnya bukan sebuah konser amal.

    "Saya mau bikin konser menuntut kepolisian untuk mencari dalang dari aksi teror ini," ujar Ahmad Dhani sebelum mengikuti persidangan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018. Namun, Dhani tidak menyebutkan waktunya.

    Pada Ahad, 13 Mei 2018, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, yang menewaskan 13 orang. Serangan bom terjadi di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro; Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Baratajaya, Kecamatan Gubeng; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

    Hari ini, Kantor Polresta Surabaya diserang. Empat polisi dan enam warga menjadi korban luka. Sebelumnya, lima polisi tewas akibat serangan tahanan terorisme di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

    Walaupun Dhani dan Dewa 19 akan menggelar konser, konser tersebut tidak bertajuk amal. Sebab, kata dia, dana bantuan korban bom Surabaya cukup dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). "Kan banyak dananya, dari APBN itu ada Rp 1,9 triliun untuk penanggulangan radikalisme," kata Dhani.

    Menurut Ahmad Dhani, kepolisian sudah memiliki dana untuk memberi santunan ke korban bom Surabaya. Dia mengatakan dana kepolisian untuk hal tersebut sudah cukup banyak. "Tidak akan kehabisan dana untuk itu karena dananya besar sekali," ujar Dhani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.