Anies Baswedan Disambut Seruan Stop Reklamasi di Kantor YLBHI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin, 14 Mei 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disambut seruan "Tolak reklamasi" saat mengunjungi kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Jakarta, Senin malam. Para staf YLBHI juga menyerukan berbagai isu yang biasa diangkat oleh kantor bantuan hukum itu.

    "Pak Anies, stop reklamasi, Pak. Tolak upah murah," kata para staf LBH Jakarta yang menyambut Anies di lantai 1 gedung LBH, Jakarta Pusat, Senin, 14 Mei 2018.

    Mereka menempelkan kertas-kertas yang di antaranya bertuliskan "Reklamasi Bukan Solusi", "Keadilan Ruang untuk Rakyat", dan "Jakarta Ramah Disabilitas" di dada mereka. Anies hanya tersenyum lebar menanggapi sambutan tersebut. Dia kemudian memasuki lift dan naik ke lantai 4.

    Anies mendatangi kantor YLBHI-LBH Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah anggota Dewan Pembina YLBHI dan pengurus LBH Jakarta. Anies Baswedan mengatakan pertemuan itu merupakan silaturahmi antara pemerintah DKI dan YLBHI serta LBH Jakarta. 

    Baca: Begini Koalisi Teluk Jakarta Gugat Lagi HGB Pulau D Reklamasi

    Anies juga menyampaikan sejumlah komitmen pemerintah DKI untuk YLBHI dan LBH. Beberapa komitmen di antaranya pembahasan kembali rancangan peraturan daerah tentang bantuan hukum yang mandek sejak 2015 dan pemberian hibah.

    Pertemuan juga membahas sejumlah persoalan yang ada di Ibu Kota, termasuk penggusuran dan reklamasi. "Kami diskusikan beberapa tema, mulai persoalan air, penggusuran, kekerasan, perlindungan kepada setiap warga negara, dan banyak lainnya," kata Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.