Selasa, 22 Mei 2018

Pria Diduga Teroris Kunciran Tukang Jahit Baru 3 Bulan Menikah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Densus 88 berjaga saat penggrebekan terduga teroris di Kunciran Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, 16 Mei 2018. Tiga orang yang ditengarai jaringan teroris ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Polres Metro Tangerang. TEMPO/Ayu Cipta

    Tim Densus 88 berjaga saat penggrebekan terduga teroris di Kunciran Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, 16 Mei 2018. Tiga orang yang ditengarai jaringan teroris ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Polres Metro Tangerang. TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - KH, 32 tahun, yang ditangkap siang tadi oleh Densus 88 Mabes Polri karena diduga teroris berprofesi sebagai tukang jahit. Dia tinggal bersama istrinya di rumah yang digerebek itu, Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

    KH ditangkap polisi berikut istrinya dan UJ, pegawai KH.

    "KH itu penjahit baju, ya seragam, ya baju gamis (baju panjang laki-laki)," kata Midah, 40 tahun, penjual gorengan di seberang tempat usaha sekaligus rumah KH, pada siang ini, Rabu, 16 Mei 2018.

    Midah menjeritakan, KH sudah satu tahun mengontrak di rumah toko yang juga ditinggali bersama istri barunya itu. KH yang biasa disapa Om Kohir tersebut dikenal asal Medan, Sumatera Utara. "Baik (orangnya), sehari-hari suka jajan gorengan."

    Dia menyatakan tak tahu nama istri Kohar. Yang dia tahu, wanita itu asal Sukabumi, Jawa Barat. Kohar dan wanita itu baru sekitar tiga bulan lalu menikah. Wanita itu yang bergaun hijau dan berkerudung hitam ketika digelandang polisi.

    "Saya sih, panggil Teteh saja. Tapi tidak bergaul ke tetangga sekitar," tutur Midah.

    Midah melanjutkan, pria bernama Ujang tinggal bersama Kohar. Ujang dikenal sebagai karyawan bisnis jahit. Menurut dia, di toko Kohar ada tujuh mesin jahit namun hanya satu karyawannya.

    "(Karyawan sebelumnya) Tidak betah. Dulu perempuan tapi digaji kecil," ujarnya sambil menggoreng bakwan dan tahu.

    Lokasi penangkapan masih dipenuhi warga. Jalan Gempol Raya disesaki masyarakat yang melintas lalu-lalang. Lokasi usaha bercat oranye itu kini diberi garis polisi. Belum ada keterangan resmi dari Kepolisian tentang penangkapan KH yang diduga teroris Kunciran oleh Densus 88.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.