Jumat, 25 Mei 2018

Al Chaidar Minta Jaksa Tuntut Aman Abdurrahman Hukuman Mati

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Sekatan, 15 Februari 2018. Aman diketahui sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). REUTERS/Beawiharta

    Tersangka kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Sekatan, 15 Februari 2018. Aman diketahui sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat terorisme Al Chaidar meminta terdakwa otak penyerangan teroris diu sejumlah wilayah, Aman Abdurrahman, dituntut hukuman maksimal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat nanti, 18 Mei 2018. 

    “(Akan dituntut) Hukuman mati,“ kata Al Chaidar pada saat dihubungi Tempo pada Rabu malam, 16 Mei 2018.

    Menurut dia, Jaksa harus memberikan tuntutan hukuman berat bagi Aman mengingat perbuatan yang sudah dilakukannya.

    Simak juga: Kalah di Suriah, ISIS Merayap Masuk Indonesia

    Aman Abdurrahman alias Oman Rochman adalah pentolan Jemaah Anshorud Daulah (JAD) yang dinilai paling menguasai ideologi ISIS. Anak buahnya melakukan serangan baru-baru ini, dari kasus Mako Brimob Kelapa Dua, bom gereja di Surabaya, bom Sidoarjo, sampai serangan di Gedung Polda Riau pada Rabu, 16 Mei 2018.

    Dia didakwa menjadi otak sejumlah serangan teroris di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kampung Melayu dan Sarinah Thamrin, Jakarta, hingga Bom Gereja Samarinda. Aman ditahan di Rumah Tahanan Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, di bawah pengawasan Densus 88.

    Jaksa Penuntut Umum melakukan sejumlah persiapan menjelang pembacaan tuntutan terdakwa Aman Abdurrahman dalam perkara otak serangan teroris di sejumlah wilayah Indonesia.

    "Jaksa sehat karena kami rutin jaga kesehatan," kata Jaksa Mayasari saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

    Tim Jaksa menyatakan, persiapan lainnya adalah menyampaikan surat kepada Densus 88 Antiteror Mabes Polri agar terdakwa Aman Abdurrahman bisa dihadirkan di persidangan.

    Kendati demikian, Mayasari tidak bisa memastikan apakah Aman benar-benar bisa dihadirkan mengingat masih terjadi serangkaian teror di berbagai daerah. "Jadi mudah-mudahan nanti bisa hadir semua (jaksa dan terdakwa)."

    Mayasari bungkam ketika ditanya tuntutan pidana yang akan dibacakan nanti. Dia hanya menyatakan siap menghadapi persidangan yang hampir memasuki tahap akhir tersebut. "Dengar tuntutan di sidang aja, pokoknya jaksa sehat," ucapnya.

    Sidang tuntutan terdakwa teroris bos pelaku bom tersebut sebenarnya digelar pada Jumat, 11 Mei 2018. Tapi sidang Aman Abdurrahman tiba-tiba diundur karena dua alasan: jaksa belum menyelesaikan berkas tuntutan dan tidak bisa menghadirkan terdakwa karena alasan teknis.

     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.