Jumat, 25 Mei 2018

Cerita Terduga Teroris Tangerang Selalu Tampil Klimis dan Santun

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Densus 88 berjaga saat penggrebekan terduga teroris di Kunciran Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, 16 Mei 2018. Tiga orang yang ditengarai jaringan teroris ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Polres Metro Tangerang. TEMPO/Ayu Cipta

    Tim Densus 88 berjaga saat penggrebekan terduga teroris di Kunciran Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, 16 Mei 2018. Tiga orang yang ditengarai jaringan teroris ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri bersama Polres Metro Tangerang. TEMPO/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Berbadan tegap dengan tinggi 170 sentimeter, Muhammad Choir alias Mas Choir atau Om Kohir, 32 tahun, terduga teroris Tangerang, disebutkan warga sekitar Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang, kerap tampil klimis.

    Mas Choir yang bercambang tipis tanpa jenggot dan disebut-sebut berasal dari Medan itu suka jalan-jalan pagi. Penampilan salah satu terduga teroris yang rumahnya digerebek Densus 88 Antiteror pada Rabu, 16 Mei 2018, itu sehari-hari tampak rapi dan santai.

    "Pakai kaus dan bercelana pendek. Tapi, kalau Jumat, pakai gamis panjang," kata Vera, pedagang ikan laut yang usahanya bersebelahan dengan usaha Duta Konveksi milik Choir.

    Baca: Terduga Teroris Kunciran Diduga Latihan Militer di Sukabumi

    Tetangga sekitar di Jalan Gempol Raya mengenal Mas Choir sebagai penjahit seragam sekolah, baju olahraga, dan gamis. "Jahitannya banyak, seragam pendidikan anak usia dini (PAUD) terutama. Pelanggan jahitannya ibu-ibu," kata Vera saat ditemui Tempo, Rabu malam, 16 Mei 2018.

    Kesantunan Choir pun dirasakan Midah, 43 tahun, tetangga lain yang tinggal di seberang usaha jahit dan permak jins itu. "Kalau pulang ke Medan, saya dibawakan oleh-oleh kopi. Kalau dari Sukabumi, Om Choir bawakan kue moci," ujar Midah.

    Warga berkumpul untuk melihat dari jauh saat Tim Densus 88 melakukan penggrebekan rumah terduga teroris, di Kunciran Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, 16 Mei 2018. MC dan GH diduga masuk dalam kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jabodetabeka pimpinan KOS dan DS. TEMPO/Ayu Cipta

    Sukabumi merupakan kampung halaman istri Choir yang baru dinikahi tiga bulan lalu. Choir sendiri sudah lebih dari satu tahun tinggal di kontrakan dengan harga sewa Rp 10 juta per tahun itu.

    Midah juga menyebutkan kontrakan yang juga ditinggali terduga teroris Tangerang itu disesaki mesin jahit. Sekitar lima mesin jahitnya, tapi karyawan cuma Ujang. Midah memanggil GF dengan panggilan Ujang. "Tidak tahu nama asli mereka. Saya mah manggilnya Om Choir, Ujang, dan Teteh ke istrinya," tutur Midah.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.