Kamis, 16 Agustus 2018

Polisi Prediksi Kemacetan Lalu Lintas pada Pekan Kedua Ramadan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Simpang Matraman, Jakarta, 10 April 2018. Kemacetan tersebut terjadi setelah diberlakukan uji coba

    Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Simpang Matraman, Jakarta, 10 April 2018. Kemacetan tersebut terjadi setelah diberlakukan uji coba "open traffic" pada jalur lintas bawah atau "underpass" Matraman. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki bulan Ramadan, Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf memprediksi kemacetan lalu lintas akan mulai terjadi pada Minggu kedua. Ia menilai, saat puasa, sudah ada pola ajek mengenai kebiasaan masyarakat.

    "Kalau Minggu pertama itu, tidak terlalu macet karena rata-rata orang pasti buka puasanya di rumah bersama keluarga," ujar Yusuf saat dihubungi, Kamis, 17 Mei 2018. Sedangkan, pada Minggu kedua dan ketiga, biasanya orang mengadakan buka puasa bersama di perkantoran, pusat perbelanjaan, dan kawasan kuliner.

    Perubahan jam pulang kantor pun diantisipasi Yusuf saat Ramadan ini. Di luar bulan Ramadan, kepadatan lalu lintas biasanya dimulai pukul 17.00 WIB. Namun, saat puasa, situasi kepadatan lalu lintas sudah dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.

    Baca: Ramadan DKI Bagikan Takjil di Monas, Sandiaga Uno Tiru Mekkah

    Ia mengerahkan sekitar 300 personel di lapangan setiap harinya guna mengatur lalu lintas di jam-jam sibuk. "Nanti juga akan kami tambahkan sekitar 20 persen personel," ucapnya. 

    Pada Minggu keempat Ramadan, diprediksi lalu lintas di Jakarta akan mulai sepi. Namun kepadatan dan keramaian masyarakat terkonsentrasi di tempat-tempat keberangkatan menuju luar kota. "Nah, kalau Minggu terakhir, ya mudik. Jadi macetnya di arah terminal, arah bandara, jalur mudik lah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.