Selasa, 22 Mei 2018

Geram Aksi Teroris, Sam Aliano Ingin Jadi Donald Trump Indonesia

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Sam Aliano menunjukkan dua buah koper yang diklaim berisi uang senilai 5 miliar Rupiah di Jl. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    Pengusaha Sam Aliano menunjukkan dua buah koper yang diklaim berisi uang senilai 5 miliar Rupiah di Jl. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Sam Aliano mengungkapkan keinginannya menjadi seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump tapi versi Indonesia. Pengusaha berdarah Turki itu tak mengungkap alasannya ingin menjadi Donald Trump. 

    "Bukan Donald Trump yang di sana, yang mengusir agama, yang menghina agama," kata Sam Aliano.

    Setelah ramai diperbincangkan karena mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2019, Sam Aliano kini menggelar sayembara berhadiah Rp 5 miliar bagi siapa saja yang dapat mengungkap keberadaan otak aksi terorisme di Indonesia.

    Baca: Sandiaga Siap Tertibkan Baliho Gatot Nurmantyo dan Sam Aliano

    "Ini uang sudah ada, sudah siap. Kepada warga yang bisa tangkap hidup atau mati otak teroris itu, membawa ke polisi, saya siap membawa uang kepada orang yang bisa tangkap teroris itu," ucap Sam Aliano di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 Mei 2018.

    Sam menunjukkan beberapa bundel uang pecahan seratus ribu rupiah dan dua koper yang diklaim berisi masing-masing Rp 2,5 miliar.

    Sam Aliano juga akan melaporkan situs YouTube, Telegram, dan Facebook ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI. Alasannya, teroris belajar membuat bom dari YouTube dan berkomunikasi melalui dua jejaring sosial itu.

    SALSABILA PUTRI PERTIWI | TD 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Baasyir di Jaringan ISIS Indonesia

    Kelompok pendukung ISIS di Indonesia menjadikan Aman Abdurrahman sebagai pemimpin dan Abu Bakar Baasyir sebagai penasihat.