Kamis, 16 Agustus 2018

Begini Sam Aliano Akan Gantung Dalang Teroris di Monas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Sam Aliano menunjukkan dua buah koper yang diklaim berisi uang senilai 5 miliar Rupiah di Jl. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    Pengusaha Sam Aliano menunjukkan dua buah koper yang diklaim berisi uang senilai 5 miliar Rupiah di Jl. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Sam Aliano geram dengan maraknya aksi teroris yang terjadi di sejumlah lokasi di Indonesia belakangan ini. Saat menggelar jumpa pers di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 Mei 2018, ia juga mengaku tidak terima terorisme dilakukan dengan mengatasnamakan agama Islam.

    "Sungguh seribu kali, sejuta kali, bahkan lebih, mereka (teroris) itu mencuri sejarah kita. Mencuri Islam, mencuri agama kita ini," seru Sam Aliano dengan penuh emosi, "Mereka bukan Islam. Mereka anti kemanusiaan."

    Baca : Sam Aliano Bikin Sayembara Tangkap Otak Teroris, Berhadiah Rp 5 Miliar

    Pengusaha berdarah Turki yang mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden Republik Indonesia 2019 itu berkata rela mati demi membela rakyat. Bahkan ia menyatakan akan menggantung dalang aksi teror yang tertangkap di Monumen Nasional (Monas).

    "Bawa itu leader-nya, bawa itu otaknya yang besar. Bawa ke saya. Saya akan gantung dia di sana (Monas)," Sam Aliano menegaskan.

    Kepada siapa saja yang mampu mengungkap dalang di balik kejahatan terorisme di Indonesia akhir-akhir ini, Sam Aliano menawarkan uang senilai Rp 5 miliar. Dia memberikan waktu 5 x 24 jam bagi masyarakat untuk menangkap dan membawa otak aksi teror ke pihak kepolisian.

    SALSABILA PUTRI PERTIWI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.