Kamis, 16 Agustus 2018

Soal Instruksi Siskamling, Sandiaga Ingat Ayahnya Saat Ketua RT

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, didampingi wakilnya, Sandiaga Uno, memberikan pernyataan terkait kondisi Jakarta Siaga 1 di tengah serentetan aksi teror bom bunuh diri di Indonesia. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, didampingi wakilnya, Sandiaga Uno, memberikan pernyataan terkait kondisi Jakarta Siaga 1 di tengah serentetan aksi teror bom bunuh diri di Indonesia. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) sudah jarang dilaksanakan saat ini. Sandiaga mengatakan hal itu juga dia temui di lingkungan rumahnya.

    "Iya, apalagi di daerah saya. Dulu biasanya teng teng teng teng, sekarang udah enggak kedengaran lagi," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

    Baca : Darurat Teroris: Anies Baswedan Perintahkan Siskamling Dihidupkan

    Pernyataan Sandiaga ini tak terlepas dari imbauan untuk menghidupkan Siskamling di wilayah DKI Jakarta. Instruksi ini tertuang sebagai salah satu poin dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kewaspadaan di Lingkungan Masyarakat.

    Seruan itu juga memuat instruksi peningkatan koordinasi antara aparat wilayah dan pengawasan terhadap penghuni kost, tamu, dan warga pendatang. Sandiaga tak menampik seruan itu muncul lantaran teror beruntun yang terjadi selama sepekan belakangan.

    Sandiaga mengatakan, Siskamling merupakan kearifan lokal yang merekatkan dan menjadi bentuk kewaspadaan warga. Dia juga mengisahkan, semasa ayahnya menjadi Ketua Rukun Warga Siskamling masih rutin dilaksanakan. "Sekarang seiring dengan perkembangan metropolis ini kan enggak terjadi lagi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.