Marak Teror Bom, Sandiaga Uno Ingin Data Orang Balik dari Suriah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno  (tengah) melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin pemerintah DKI Jakarta memiliki data orang yang kembali dari Suriah sebagai antisipasi maraknya  teror bom di Tanah Air. Pemerintah DKI, kata Sandiaga, ingin mengintegrasikan data orang yang pergi ke Suriah dan kembali ke Indonesia dengan data kepolisian serta imigrasi. 

    "Kami ingin menyandingkan data yang dimiliki pihak kepolisian untuk memastikan wilayah juga ter-update dengan data terbaru," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

    Pemerintah DKI tengah meningkatkan kewaspadaan di Jakarta setelah serentetan serangan teroris di Surabaya dan Riau.

    Baca: Marak Teror Bom, Grand Indonesia Sebut Pengunjung Tak Terpengaruh

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kewaspadaan di Lingkungan Masyarakat. Dalam seruan itu, Anies menginstruksikan kepada jajaran RT/RW untuk siaga.

    Sandiaga mengatakan rang-orang yang baru pulang dari Suriah harus diberi perhatian khusus. Kendati begitu, dia mengatakan agar perhatian itu tak perlu mendiskriminasi. "Tapi dilihat dari prophensity terhadap kegiatan teror kita harus pastikan bahwa data-data tersebut terolah dan teranalisis sehingga ada pola predictive policy," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.