Rabu, 17 Oktober 2018

Gojek Laporkan Hoax Soal Anggota ISIS yang Menyusup Jadi Mitranya

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan pengemudi gojek menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta, 3 Oktober 2016. Mereka menuntut pencabutan kebijakan sistem performa Pt Gojek yang merugikan para pengemudi sehingga pendapatan mereka berkurang. M Iqbal Ichsan/Tempo

    Ribuan pengemudi gojek menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta, 3 Oktober 2016. Mereka menuntut pencabutan kebijakan sistem performa Pt Gojek yang merugikan para pengemudi sehingga pendapatan mereka berkurang. M Iqbal Ichsan/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta – Salah satu operator ojek online terkenal di Indonesia, Gojek telah melaporkan mengenai informasi hoax yang menyebut bahwa mitra Gojek telah disusupi anggota ISIS.

    Vice President Corporate Communications Gojek Michael Say mengatakan perusahaannya telah melaporkan penyebar isu hoax kepada polisi.

    "Pada Kamis, 17 Mei 2018, kami telah melaporkan secara resmi ke Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya terkait dengan Informasi Hoax yang tersebar di sosial media sosial tersebut," kata Michael saat dihubungi Tempo, Jumat, 18 Mei 2018.

    Baca: Gojek Jawab Keluhan Pengemudi Soal Tarif Ojek Online Rp 1.600/km

    Dari informasi yang beredar di media sosial lewat aplikasi pesan WhatsApp, disebutkan anggota ISIS telah menyusup menjadi mitra Gojek. Tak hanya itu, setelah menyusup dalam informasi itu disebutkan pula bahwa anggota ISIS yang menyamar menjadi mitra Gojek memberi racun pada makanan yang dipesan melalui Go-Food.

    Untuk mengantisipasi isu hoax ini, Gojek telah melakukan klarifikasi melalui Twitter pada Rabu, 16 Mei 2018. Dalam salah satu cuitanya, Gojek menuliskan mengecam ada hoax tersebut dan dinilai merugikan para pengemudi Gojek. Hingga Jumat, 18 Mei 2018, pukul 11.10 WIB sudah diretweet sebanyak dua ribu akun dan mendapat like dari 549 akun.

    Michael mengatakan Gojek perlu mengakhiri dan memastikan terungkapnya pelaku utama beredarnya hoax ini. Sebab, kata dia, hal itu sangat berkaitan dengan kesejahteraan mitra dan pengemudi Gojek.

    "Kami harus melindungi mitra kami yang bekerja keras melayani pelanggan dan menafkahi keluarganya," kata dia.

    Karena itu, Michael memohon bantuan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan berita hoax soal Gojek yang tidak jelas kebenarannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.