Kamis, 16 Agustus 2018

Sidang Aman Abdurrahman, Kompensasi Korban Teror Mencapai Rp 1,5 Miliar.

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman saat memakai baju tahanan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 18 Mei 2018. Aman Abdurrahman alias Oman Rochman dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) dengan pasal 14 juncto pasal 6 dan Pasal 15 juncto pasal 7 UU No.15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman saat memakai baju tahanan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 18 Mei 2018. Aman Abdurrahman alias Oman Rochman dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penunut Umum (JPU) dengan pasal 14 juncto pasal 6 dan Pasal 15 juncto pasal 7 UU No.15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain menuntut terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman dengan hukuman mati, Jaksa juga memohon biaya kompensasi korban teror bom JAD Rp 1,5 miliar.  Dalam sidang itu, Aman Abdurrahman dan pengikutnya di Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dianggap bertanggung jawab atas serangan bom Sarinah Thamrin dan bom Kampung Melayu. 

    Permohonan biaya kompensasi itu disampaikan Jaksa Anita Dewayani kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    "Meminta kepada majelis hakim agar membebankan kompensasi ini kepada negara, melalui Kementerian Keuangan," kata Anita saat membacakan tuntutan, Jumat, 18 Mei 2018.

    Baca: Begini Reaksi Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

    Jaksa merinci ada sekitar 16 orang korban bom Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat pada Januari 2016 dan teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, Juni 2017.

    Kompensasi terhadap 16 korban ini mulai dari Rp 28 juta hingga Rp 300 juta, dengan total mencapai Rp 1,5 miliar. "Pengajuan ini lewat dan telah dihitung LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," kata Anita.

    Berkas tuntutan terhadap Aman Abdurrahman akhirnya dibacakan setelah sempat tertunda pada pekan lalu karena kerusuhan Mako Brimob.

    Dalam tuntutannya, Jaksa menganggap pimpinan tertunggi ISIS Indonesia itu terbukti bersalah secara meyakinkan terlibat dalam serangkaian aksi teror di Indonesia. "Meminta agar majelis hakim menjatuhi pidana dengan pidana mati," kata Jaksa Anita.

    Baca: Aman Abdurrahman Dituntut Mati, Ini 6 Hal yang Memberatkan

    Dalam tuntutan, Jaksa meyebutkan lima aksi teror yang diperintahkan Aman Abdurrahman melalui pengikutnya di Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dari Januari 2016 hingga September 2017. Kelimanya yaitu bom di Kampung Melayu dan Sarinah Thamrin, Jakarta, Bom Gereja Samarinda, penyerangan Polda Sumatera Utara, dan terakhir penyerangan terhadap polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.