BPTJ Setuju Usulan Lajur Bus Khusus Kontingen Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) meninjau trotoar untuk pejalan kaki di Komplek GBK,Senayan, 10 Mei 2018. Komite Olahraga Asia (OCA) masih menilai masalah keamanan, transportasi, dan venue jadi perhatian utama dalam persiapan Asian Games 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) meninjau trotoar untuk pejalan kaki di Komplek GBK,Senayan, 10 Mei 2018. Komite Olahraga Asia (OCA) masih menilai masalah keamanan, transportasi, dan venue jadi perhatian utama dalam persiapan Asian Games 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan pembuatan lajur bus khusus untuk kontingen Asian Games 2018. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menilai usulan itu bisa diterima karena sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang lajur bus khusus di jalan tol.

    "Jadi prinsipnya kebijakan Pak Gubernur akan kami dukung," kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018. Bambang mengatakan, lajur khusus di jalan tol itu antara lain terdapat di Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Jakarta-Tangerang, dan Jakarta-Cikampek. Pemerintah pusat juga berencana menerapkan lajur bus khusus ke Bandara Soekarno Hatta.

    Pemberlakuan lajur khusus ini menjadi salah satu upaya pemerintah DKI mendukung perhelatan Asian Games 2018. Dengan adanya lajur khusus diharapkan waktu tempuh atlet dari wisma ke venue pertandingan bisa lebih singkat. Oleh Dewan Olimpiade Asia Olymphic Council of Asia (OCA), waktu tempuh ini dibatasi maksimal 34 menit. Sedangkan, panitia pelaksana Asian Games 2018 menargetkan waktu tempuh dari Wisma Atlet ke venue tak lebih dari 30 menit.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, lajur khusus ini diberlakukan dari ramp di Kemayoran, Ancol, Grogol, hingga Senayan. Bambang mengatakan, lajur khusus di jalan non-tol akan menggunakan lajur Transjakarta. "Kita bisa memanfaatkan itu," ujarnya.

    Bambang menambahkan, otoritas pehubungan juga akan memberlakukan aturan-aturan lain terkait transportasi Asian Games 2018. Dua di antaranya yaitu pembatasan truk di jalan tol lingkar luar Jakarta dan perluasan kawasan ganjil genap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.