Sembako Maut di Monas, Begini Hasil Penyidikan Sementara Polisi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dave Revano Santosa (kanan) ketua panitia acara bagi-bagi sembako di Monas dan kuasa hukumnya, Henry Indraguna (kiri) keluar dari Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan selama 8 jam, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Dave Revano Santosa (kanan) ketua panitia acara bagi-bagi sembako di Monas dan kuasa hukumnya, Henry Indraguna (kiri) keluar dari Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya setelah menjalani pemeriksaan selama 8 jam, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menemukan sejumlah fakta terkait dengan kasus pembagian sembako berujung maut di lapangan Monumen Nasional atau Monas, Jakarta Pusat. Fakta itu diperoleh setelah polisi memeriksa Dave Revano Santosa, Ketua Forum Untukmu Indonesia, yang membagi-bagikan sembako, pada 7 Mei 2018.

    "Dari hasil penyidikan terhadap ketua panitia kemarin, secara syarat, mereka sudah benar sampai izin dikeluarkan," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jerry Raimond Siagian saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2018.

    Acara bagi-bagi sembako digelar Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu, 28 April 2018. Acara ini semula hanya diisi dengan pembagian sembako gratis dan panggung hiburan. Namun acara ternyata berakhir ricuh dan diduga menjadi penyebab tewasnya dua anak yang ikut hadir, yakni Muhammad Rizki Syahputra, 10 tahun, dan Mahesa Junaedi, 12 tahun.

    Seusai tragedi nahas ini, muncul polemik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemberi izin dan panitia. Dave menegaskan panitia sudah mengantongi izin dari pemerintah DKI untuk menggelar acara tersebut. "Pemprov mengetahui dengan jelas bahwa ini ada bagi-bagi sembako," ujarnya setelah menjalani pemeriksaan. Dave didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna.

    Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati menampik pernyataan Dave. Menurut Tinia, izin yang diberikan hanya terkait dengan kegiatan budaya dan tari, yang pertama-tama dipaparkan panitia. "Dalam paparan mereka, hanya kegiatan budaya. Ketika mereka sebutkan akan ada bazar sembako, saya enggak setuju ada bagi-bagi sembako gratis. Itu ada notulennya. Sudah saya lampirkan dalam laporan saya ke Pak Gubernur," ucapnya melalui sambungan telepon kepada Tempo, Selasa, 8 Mei 2018.

    Kendati demikian, kata Jerry, polisi belum sampai pada tahap penentuan siapa yang bersalah atau tersangka atas tragedi pembagian sembako berujung maut tersebut. Penyidikan dan pemeriksaan saksi masih terus dilakukan polisi. "Minggu depan, kami akan periksa Kepala UPT Monas dan Dinas Pariwisata soal pemberian izin," tutur Jerry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.