Tarawih di Monas Dikritik MUI, Sandiaga Uno Klaim Atas Izin Ulama

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan sambutan saat kampanye stop bullying #jangandianggapremeh di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 13 Mei 2018.  Bullying dapat berpengaruh terhadap Psikologis korban. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan sambutan saat kampanye stop bullying #jangandianggapremeh di CFD kawasan Bundaran HI, Jakarta, 13 Mei 2018. Bullying dapat berpengaruh terhadap Psikologis korban. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar salat  tarawih di Monas tidak ditentukan secara semena-mena.

    "Kami juga minta pandangan dari para ulama," kata Sandiaga di kawasan Sunter, Jakarta Utara, hari ini, Minggu, 20 Mei 2018.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar tarawih di Monumen Nasional pada Jumat, 26 Mei 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan mengatakan acara tersebut hanya akan diiisi dengan tarawih akbar, tidak buka puasa bersama. Namun, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat Cholil Nafis melontarkan empat kritik.

    Menurut dia, salah satu kritik yang dilontarkan, pelaksanaan tarawih di lapangan tidaklah benar secara syariat Islam. "Nabi Muhammad masuk Ramadan, tarawih ya di masjid, bukan lapangan," ujarnya kepada Tempo hari ini, Minggu, 20 Mei 2018. 

    Sandiaga Uno menganggap kritikan Cholil Nafis sebagai masukan yang baik. Namun, tarawih di Monas ini telah direncanakan dengan melihat keinginan masyarakat.

    Monas dipilih sebagai tempat salat tarawih untuk menyatukan warga Jakarta. Monas dianggap sebagai lambang Kota Jakarta dan mencukupi untuk jumlah jemaah yang besar.

    "Ada masjid yang ditentukan, seperti Masjid Istiqlal, (tapi kapasitasnya) tak mencukupi."

    Sandiaga Uno tidak menargetkan berapa jemaah yang akan hadir dalam tarawih di Monas. Tapi, dia memastikan Monas dipilih sebagai tempat tarawih oleh Pemeintah Provinsi DKI. "Monas kan sudah sering juga dipakai untuk Maulud Nabi Muhammad SAW dan istighosah," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.