Tahanan Teroris Pindah, Kompleks Depkumham Gunung Sindur Dijaga

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga di pintu masuk Komplek Depkumham, Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Ahad, 20 Mei 2018. Tempo/ADE RIDWAN

    Petugas berjaga di pintu masuk Komplek Depkumham, Rutan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Ahad, 20 Mei 2018. Tempo/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor - Akses pintu masuk Kompleks Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia di Desa Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dijaga ketat oleh petugas setelah 56 tahanan teroris Mako Brimob dipindah ke Rutan Gunung Sindur, Minggu, 20 Mei 2018.

    Penjagaan tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat yang biasa melintasi wilayah tersebut.

    “Biasanya mah lewat-lewat aja, baru ini dijaga,” kata warga sekitar, Tarip Sumantri, 52 tahun.

    Warga lain, Rohim, 30 tahun, juga heran dengan penjagaan ketat di akses pintu masuk kompleks tersebut.

    Baca: Napi Teroris Pindah ke Gunung Sindur, Begini Sistem Penempatannya

    “Sekarang akses lapas susah. Sebelum dijaga, ada pintu kompleks yang tembus ke Kampung Kemang. Tapi semingguan ke belakang ditutup,” ucap Rohim.

    Rohim tidak tahu alasan pengamanan masuk kompleks diperketat. Setiap warga yang hendak masuk kompleks ditanyai maksud tujuannya serta dilakukan body checking.

    Pengamanan dilakukan menyusul rencana pemindahan sekitar 50 tahanan kasus terorisme dari Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan ke Rumah Tahanan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Mereka yang dipindah adalah terduga teroris yang belum dijatuhi vonis berkekuatan hukum tetap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.