Tarawih di Monas, Polisi Belum Terima Pemberitahuan dari DKI

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina melakukan salat tarawih jelang hari pertama bulan Ramadan di tenda kamp protes dekat perbatasan Gaza-Israel, 16 Mei 2018. Warga Palestina masih menuntut hak untuk kembali ke tanah air leluhur di Israel. AP

    Warga Palestina melakukan salat tarawih jelang hari pertama bulan Ramadan di tenda kamp protes dekat perbatasan Gaza-Israel, 16 Mei 2018. Warga Palestina masih menuntut hak untuk kembali ke tanah air leluhur di Israel. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Pravowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah DKI Jakarta tentang rencana menggelar tarawih akbar di Monas, Jakarta Pusat.

    "Sampai sekarang belum dapat konfirmasi dan koordinasi," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 Mei 2018. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar tarawih akbar di Monas pada 26 Mei 2018. Namun rencana tersebut mendapat banyak kritik. Salah satunya dari Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat Cholil Nafis.

    Cholil mengatakan tarawih di lapangan tak benar secara syariat Islam. Dia mempertanyakan alasan tarawih diselenggarakan di Monas, padahal tak jauh dari situ terdapat Masjid Istiqlal.

    Cholil menasihati, salat di masjid akan lebih khusyuk daripada di lapangan. Selain itu, ulama muda Nahdlatul Ulama ini berpandangan, jangan sampai ibadah tarawih menjadi alat komunikasi yang memunculkan pamer atau riya. Cholil pun berharap pemerintah DKI mengurungkan niat itu.

    Atas alasan itulah akhirnya Pemprov DKI Jakarta akan meninjau ulang rencana tarawih akbar tersebut. "Masukannya akan kami terima dan kami bicarakan," kata Wakil Gubernur Sandiaga Uno di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.