Komplotan Begal di Bogor Incar Tempat Sepi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian Resor Bogor Kabupaten menunjukkan tersangka begal dan barang buktinya di Polres Bogor Kabupaten, Selasa 22 Mei 2018. Tempo/Ade Ridwan

    Kepolisian Resor Bogor Kabupaten menunjukkan tersangka begal dan barang buktinya di Polres Bogor Kabupaten, Selasa 22 Mei 2018. Tempo/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Bogor - Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Kabupaten Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan mengatakan para pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal yang diringkus Polres Bogor telah melakukan banyak aksi kejahatan.

    “Berdasarkan laporan, kami sudah identifikasi ada lima kali aksi, sedangkan penuturan salah seorang pelaku sudah tujuh kali beraksi,” katanya di kantor Polres Bogor, Selasa, 22 Mei 2018.

    Polres Bogor Kabupaten meringkus tiga pelaku begal terhadap Istafa Ahyar, 20 tahun, di Cibinong, Bogor, pekan lalu. Polisi juga menangkap penadahnya berinisial Z dan I.

    Sedangkan Istafa, pemuda berstatus mahasiswa yang beralamat di Kampung Susukan RT 02 RW 05, Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, terluka dan sekarat hingga saat ini.

    Menurut Bimantoro, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap korban lain yang diduga pernah dibegal para pelaku. Ia menuturkan, dalam aksinya, para pelaku mengambil barang kecil, seperti telepon seluler atau barang lain pada jam-jam malam atau dinihari.

    “Pelaku ini biasanya mengincar tempat sepi dan pelaku juga tidak segan melukai korbannya,” ujarnya. “Mereka hanya saling mengenal saja, tidak tergabung dalam geng motor atau komunitas lainnya.”

    Kepala Polres Bogor Kabupaten Ajun Komisaris Besar Andi M. Dicky menuturkan aksi begal tersebut mereka lakukan di depan kantor Telkom, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa, 8 Mei 2018, pukul 03.00.

    Saat itu, Istafa sedang duduk di trotoar sambil menikmati media sosial menggunakan Wi-Fi gratis yang disediakan Telkom. Tiba-tiba datang ketiga pelaku yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F-4614-JA.

    Salah seorang pelaku langsung merebut ponsel dari genggaman Istafa. Istafa pun melakukan perlawanan agar ponselnya kembali. Namun ia malah disabet menggunakan sebilah celurit oleh pelaku lain.

    “Pelaku mengambil HP (handphone) korban yang sedang berada di sana. Namun, karena korban melawan, pelaku menyabetkan celurit kepada korbannya,” ucapnya.

    Korban, yang menderita luka bacok di dagu dan dada, harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit dan mengalami koma. “Sekarang kondisi korban masih koma,” tutur Dicky.

    Berbekal kesaksian seorang saksi mata yang mengenali ciri-ciri pelaku, kata Dicky, polisi melakukan pengintaian. Sepekan setelah kejadian, pelaku ditangkap. “Setelah dilakukan pengembangan, aparat berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku di tempat terpisah di wilayah Cibinong,” katanya.

    Kini pelaku DN, JH, dan TS serta penadah Z dan I meringkuk di tahanan Polres Bogor. Polisi juga menyita barang bukti berupa sebilah celurit, sepeda motor Honda Beat hitam bernopol F-4614-JA, dan 1 unit ponsel merek Samsung J2 Prime.

    “Para pelaku begal kami kenakan Pasal 365 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), sedangkan penadah dikenakan Pasal 480 KUHP dengan masing-masing ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara,” ujar Dicky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.