CBA Kritik Rencana Anies Baswedan Jual Saham Perusahaan Bir

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bir. theregister.co.uk

    Ilustrasi Bir. theregister.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Center for Budget Analysis (CBA) menilai langkah Gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta Anies Baswedan menjual saham perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk merupakan kerugian yang tidak ternilai.

    Direktur CBA Uchok Sky Khadafi menyampaikan laba kotor dari emiten berkode DLTA ini selalu naik sejak beberapa tahun lalu.

    Uchok menyebutkan laba kotor perusahaan bir itu pada 2015 mencapai Rp 465,2 miliar. Laba itu naik menjadi Rp 540,8 miliar pada 2016, dan pada 2017 mencapai Rp 574,2 miliar.

    CBA mencatat, Delta mempunyai saham mencapai sekitar 800,65 juta lembar pada tahun lalu.

    Adapun komposisi kepemilikan saham tersebut adalah 467,06 juta lembar saham atau 58,3 persen dimiliki San Miguel; 210,20 juta lembar atau 26,2 persen saham dimiliki atas nama Pemerintah Provinsi DKI; dan publik memiliki saham 123,39 juta lembar atau 15,4 persen.

    Baca: BEI Soal Saham DKI di Perusahaan Bir, Sandiaga: Sudah Surati DPRD

    "Jadi setiap tahun perseroan ini selalu untung besar, dan sebetulnya pemda DKI Jakarta tidak perlu menjual saham Delta," kata Uchok dalam siaran pers, Selasa, 22 Mei 2018.

    Uchok mendukung sebagian anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat (DPRD) DKI Jakarta yang menolak penjualan saham Pemprov DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta.

    Uchok bahkan menilai seharusnya Pemprov DKI menyuntik dana segar agar kontribusi penerimaan daerah dapat meningkat. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, Delta telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan asli daerah (PAD) Jakarta mencapai hingga Rp 40 miliar.

    "Belum satu tahun berkuasa, Anies-Sandi sudah berani jual-jual aset DKI Jakarta. Karena ini tidak masuk akal, perusahaan ini setiap tahun untung, akan tetapi (mau) dijual sahamnya," tuturnya.

    Baca: Perusahaan Bir Delta Djakarta Bagikan Dividen, DKI Dapat Rp 40 M

    Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem), Bestari Barus, mempertanyakan sikap Pemprov DKI yang berencana melepas saham di Delta. Dia menilai bahwa penjualan ini tidak bersifat urgent atau genting.

    Bestari menambahkan, seharusnya Pemprov DKI fokus dalam pembangunan hunian dengan skema down payment (DP) nol rupiah dibandingkan dengan mengurus penjualan saham milik Pemprov DKI di Delta.

    "Menurut saya, yang sehat-sehat dipertahankan, yang jelek itu dong yang dijual," kata Bestari, pekan lalu.

    Baca: Terpilihnya Rekan Bisnis Sandiaga dan Saham DKI di Perusahaan Bir

    Anies Baswedan menyampaikan bahwa penjualan saham ini bukan hanya wacana, melainkan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta. Dia menambahkan, pihaknya mempertimbangkan persoalan ini sejak lama.

    "Pemprov DKI Jakarta memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta," kata Anies, pekan lalu.

    Menurut dia, dana yang terkumpul karena penjualan perusahaan bir ini dapat mencapai hingga Rp 1 triliun. Bahkan jumlah tersebut dianggap tidak bisa diberikan oleh Delta ke Pemprov DKI hingga puluhan tahun ke depan. Adapun dana ini akan digunakan untuk membangun berbagai proyek Pemprov DKI yang dinilai dapat langsung dirasakan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.